Muhasabah

Wah, sudah lama tak menulis disini. Minggu kemaren, LS (Lingkar Sahabat) mengadakan MABIT (Malam Bina dan Taqwa). Dan pastinya selalu ada semacam muhasabah setelah shalat tahajud berjamaah. Tema yang diangkat saat muhasabah adalah tentang ibu. Banyak anak yang sesegukan menangis dan terlihat sangat menyesal. Ada juga beberapa anak yang terlihat tertidur mungkin karena sangat mengantuk. Dan malah ada yang menyanyikan lagu bunda yang saat itu menjadi backsound.

Bagi saya jika muhasabah dengan mengangkat tema orang tua selalu saja bisa membuat mata saya menetes. Malam itu saya teringat kejadian kurang lebih 15 tahun yang lalu. Teringat bagaimana keluarga mengangkat jenazah almarhum Papah diangkat menuju ambulance dari rumah uwak di Palembang. Teringat bagaimana K’ Udin dan K’Iyut yang baru saja datang dari Bandung melihat Papah yang sudah terbungkus kain kafan. Teringat saat keluarga mengantarkan jenazah Papah ke liang kubur.

Ya, seperti Kaset yang diputar kembali, bayangan itu sangat nyata terekam di kepala saya malam itu dan saat menulis postingan ini. Dan hal ini yang selalu berhasil membuat saya menangis, merasa bersalah dan terharu.

Walau belum bisa menjadi anak yang bisa mamah papah banggain, Yuli bakal berusaha untuk menjadi yang terbaik.

I love u

I love my parents... :*

5 thoughts on “Muhasabah”

  1. Jadilah anak yang selalu dibanggakan baik dihadapan ALLAH, maupun dilingkungan keluarga, tate selalu mendoakan menjadi anak yang soleha, dan tolong doakan tante insyak ALLAH akan melakukan ibadah umroh bulan april tgl 21 nanti.

  2. Subhanallah, anak kecil yang dulu senanti asa ditimang 17 th yang lalu di wisma pertamina jaksel, sekarang sudah tumbuh menjadi seorang remaja yang mandiri. Dan soleha, ya robb jadikanlah hambamu anak yang terbaik menurut rencana MU. Dan bisa menjadi panutan bagi saudaranya yang lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *