Sampai kapan kamu kuat untuk berenang?

Buku harian yang saya temukan beberapa hari kemaren membawa pengaruh positif terhadap saya. Saya ingat waktu SMA sampai awal-awal kuliah pasti mengusahakan untuk berenang minimal 1 bulan 1 kali. Kebetulan berenang adalah olahraga yang paling saya sukai. Dan hari minggu kemaren saya putuskan untuk melakukan hobi saya ini lagi. Dulu saya bisa berenang 2 jam nonstop tanpa istirahat walaupun dengan kecepatan berenang di bawah rata-rata alias berenang santai(bukan berenang ala atlet-atlet). Dan kemaren dengan waktu 1/2 jam aja saya udah engap-engapan. Hohoho entah faktor umur ato memang kondisi badan saya yang kurang fit. Saat saya lelah berenang di tengah kolam (kebetulan saya berenang di kolam dengan kedalaman 2/3 meteran) saya langsung memasang posisi seperti hendak tidur di kasur. Saat diposisi ini saya bisa melihat langit yang indah banget dengan sinar matahari yang tidak terlalu silau, ditambah burung-burung yang berterbangan dan 3 layangan di langit. Subhanallah deh pokoknya.  Ngomong-ngomong soal berenang ada sebuah kisah lebih tepatnya analogi berpikir yang menarik yang ingin saya angkat.

Dimisalkan anda semua mau naik kapal dengan tujuan ke pulau X. Ditengah perjalanan kondisi kapal itu udah ga bangetlah (bau, Kotor, pokonya udah ga bangetlah). Mungkin anda akan memilih untuk berenang/menyelami lautan. Untuk sekedar melihat keindahan-keindahan di dalam laut. Tapi sampai kapan anda akan kuat untuk berenang?

Ngerti ga sih jalan ceritanya?? Hehehe… Anggaplah pulau X itu adalah tujuan anda semua. Dan kapal adalah kesempatan anda dalam menggapai tujuan itu. Saat anda pergi untuk mencapai tujuan anda, pastilah ada tantangan-tantangan yang akan anda hadapi. Baik itu jenuh, tiba-tiba banyak hal yang menyebalkan atau yang lainnya. Anda bisa berhenti untuk istirahat jika lelah, bisa refreshing jika jenuh. Sekarang kita pilih sampai kapan kita mau istirahat dan refreshing? karena mungkin saja kita sudah ketinggalan jauh dari kapal hingga kita tidak bisa mengejar kapal tersebut.

Aduh agak berantakan nih bahasa. Intinya, selama kita mendapat kesempatan untuk menggapai tujuan maka manfaatkanlah walaupun mungkin jalan kesempatan itu ga semulus yang kita harapkan. Jangan berlama-lama untuk melarikan diri. Karena mungkin kesempatan itu sudah tidak ada lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *