Cerita 070917 Main Badminton

Cerita 070917 Main Badminton – Ini adalah cerita saya kemaren lusa. Jadi ceritanya, saya sedang dekat dengan segerombolan anak (berjiwa) muda. Awal kedekatan kami adalah acara Kelas Inspirasi Balikpapan 5 yang kebetulan kami disatukan dalam satu kelompok. Dan alhamdulillah, walau acara KI BPN 5 sudah lewat, silahturahmi tetap terjaga bahkan ada beberapa kegiatan sosial lainnya yang kita ikuti.

Cerita 070917 Main Badminton
Cerita 070917 Main Badminton : Sehat kuy…

Lanjutkan membaca “Cerita 070917 Main Badminton”

Ajakan Dadakan

β€‹β€œMengutuk kegelapan atau ikut menyalakan lilin”

Apa yang akan kalian pilih dari dua pilihan diatas? 

Saya mau bercerita tentang hari ini. Berawal ajakan dadakan dari teman sesama relawan. Ajakannya simple,

Siaaang

Manteman ad yg mo ikutan ke manggar kah

Membacakan cerita ke adek2 di kampung rumput laut manggar

Jam setengah 4 yaaa 

Kebetulan saya memang sedang free, daripada ngelamun ngegalau nggak jelas, mending ikutan kali ya… Walaupun saya juga ga tau bakal bisa bantu apa nantinya. Just Do It-lah.

Hasil Jepretan pribadi

Sesampainya disana, saya sudah disambut oleh adik-adik yang gemesin pake abis. Padahal mereka tidak kenal saya, tapi mereka menyapa, “Halo Kakakkkk…. Ayok kita main!”Dan yang paling saya suka adalah…. Mereka nggak main gadget. Mereka larian kesana kesini, ada yang memamerkan layang-layangnya, ada yang nyebutin nama teman-temannya, ada yang memamerkan kalo dia sudah mandi walau nggak ganti baju πŸ˜…πŸ˜„πŸ˜†

Walau nggak ada briefing sebelumnya, tapi acara berlangsung cukup rapih walau ada drama tangisan dari salah satu anak yang langsung diem saat kita nari-nari Baby Shark. Dan para teman-teman yang lain berhasil mengikuti flownya. Ketika masuk ke acara bagi-bagi buku bacaan, anak-anak berebut mengambil buku dan mencari posisi masing-masing. Beberapa anak juga ada yang minta dibacakan.

Well, ini pengalaman pertama saya sih. Tapi sudah sangat menyenangkan, energi positifnya kentel banget walau peserta muridnya tidak sebanyak pas Kelas Inspirasi. 

Seperti kutipan dari Notulensi Kelas Inspirasi Balikpapan 5 kemaren, mungkin yang hari ini saya dan teman-teman lakukan itu baik, tapi tidak cukup. So, Just Do It. Lakukanlah apa yang bisa dilakukan. Mulailah berhenti mengutuk kegelapan dan ikut andil dalam menyalakan lilin. Itu pilihan saya sihhhh… Bagaimana dengan kamu?

Jangan lupa bahagia… πŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ˜‡πŸ˜‡

Menyapa Senja

Hai senja, hari ini aku menyapamu dari lantai 21 di sebuah gedung Balikpapan. Bersama teman-teman yang baru saja kukenal, dari sebuah acara yang menginsipirasi. Kau tetap indah seperti biasanya. Sampaikan salam rinduku pada seseorang disana. Seseorang yang selalu ada di dalam setiap doa. Kuharap, dia juga menyapamu dengan senyuman disana. πŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ˜„πŸ˜„

Kak Ucup… Terima kasih untuk hari ini… Jangan kapok sama tamu yang kayak kita-kita yak… πŸ˜„πŸ˜†πŸ˜…

Notulensi Refleksi Kelas Inspirasi Balikpapan 5

created by: Mba Ambar

Jika manusia perlu menanam pohon agar tetap memiliki hutan 10-20 tahun lagi,

maka kita juga perlu menanam bibit kebaikan agar memiliki generasi penuh semangat baik 10-20 tahun lagi.

Itulah yang kita lakukan hari ini, kembali ke sekolah, ikut memberi pupuk baik untuk tunas muda bangsa sendiri.

10 sekolah

1 sekolah luar biasa

24 fasilitator

45 dokumentator

100 inspirator

9 sahabat guru

2000 tunas muda Indonesia,

dalam 1 hari yang sama tidakkah energinya membuatmu bergetar?

Anggaplah hari ini kita sedang memberi kado untuk ibu pertiwi di ulang tahunnya ke tujuh puluh dua.

Berbagi pengalaman profesi dan berkampanye toleransi.

Semua temanku.

Semua temanku bukan hanya slogan belaka.

Semua temanku adalah sebuah doa sungguh-sungguh dalam dua kata sederhana.

Semua temanku adalah upaya nyata kita menjaga persatuan Indonesia dengan menanamkan toleransi sejak dini yang hasilnya akan kita semai nanti.

Apa yang disampaikan dari hati pasti akan sampai ke hati

Mari bergeser ke permasalahan di sekolah.

Kelas panas,

perpustakaan sedikit buku,

murid-murid yang suka berkelahi,

ruang kelas sempit,

problem upgrade guru,

permasalahan tumbuh kembang anak,

komunikasi guru dengan orangtua,

murid-murid berkebutuhan khusus,

pola mengajar oldschool,

lingkungan sekolah kurang ramah anak,

perbandingan guru & murid tidak seimbang,

dan fenomena bullying. Ternyata..

Berkorban cuti 1 hari itu baik, tapi belum cukup.

Mengenalkan profesi sejak dini itu baik, tapi belum cukup.

Berbagi inspirasi 1 hari itu baik, tapi belum cukup.

Tanyakan pada diri sendiri, teman..

Apa lagi yang bisa kita lakukan setelah ini?

Apa lagi yang bisa kita berikan untuk sekolah?

Sekolah mana lagi yang bisa kita datangi setelah ini?

Hanya masing-masing kita lah yang bisa menjawabnya

Pada akhirnya, harapan terbesar kami, semoga gerak baik ini tidak berhenti sampai di sini.

Temanku, pendidikan di Indonesia masih butuh kita teruslah menancapkan asa bahwa semua bisa.

Diambil dari foto-foto dokum KIBPN5