Jaga Batin dan Lahir

sumber gambar: klik disini
sumber gambar: klik disini

Jagalah batinmu dengan merasakan kehadiran Allah,

dan jagalah lahirmu dengan mengikuti sunnah Rasulullah

– Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani

Nyeletuk Asal

Baru dapet celetukan SMS dari temen, agak nyeleneh, tapi kalo dipikir-pikir bener juga.

Yang selalu ngabarin, bakal kalah sama yang selalu nemenin

yang sering dikangenin, bakal kalah sama yang sering nemuin

yang sering ngucapin “semoga cepat sembuh”, bakal kalah sama yang ngurusin dia sampai sembuh

yang pertama, akan tergantikan oleh Dia yang selalu ada

Doa dari Sahabat

 

doa sahabat
sumber gambar: klik disini

seorang sahabat yang mendoakan kebaikan untuk sahabatnya
tanpa diketahui oleh sahabatnya itu,
maka para malaikat akan mendoakan kebaikan untuknya
seperti mana ia memohon kebaikan untuk sahabatnya

Diam-diam

Pada hari itu sahabat-sahabat karib:
setengahnya akan menjadi musuh kepada setengahnya yang lain,
kecuali orang-orang yang persahabatannya berdasarkan taqwa (Iman dan amal Soleh)
QS Az-Zukhruf: 67

Cukup Taqwa menjadi alasan kita bersahabat. Bukan karena selera makan yang sama, hobi yang sama, ataupun berkegiatan di tempat yang sama. Tapi taqwa, Iman dan Amal Soleh. Cukupkah?

Ada seorang gadis, dia melihat ke sosial media sahabat karibnya yang saat ini sedang jauh. Terlihat foto-foto bersama sekumpulan teman-teman yang sama sekali tak dikenalnya. Sahabatnya tersenyum bahagia, seolah sudah melupakan gadis ini. Cemburu, mungkin itu yang bisa ditangkap dari gadis ini. Merindukan di masa-masa mereka bisa berdua, hanya berdua. Walau hanya sekedar menghabiskan eskrim bersama di tempat biasanya. Walau tanpa kata, tanpa bicara. Tak ada kata bukan berarti bisu, tak ada kabar bukan berarti lupa, dan tak menengok bukan berarti tak peduli.

Sahabat itu akhirnya tersenyum mengingat masa-masa indah bersama gadis itu. Sahabat  teringat saat gadis itu berceletuk “Hal yang paling membahagiakan di dunia ini adalah saat kita tahu bahwa orang yang kita cintai diam-diam mencintai kita”. Dan dulu mereka sepakat bahwa kata-kata itu benar. Tapi sekarang, sahabat itu mempunyai celetukan yang berbeda,

“Hal yang paling manis ialah ketika ada sahabat yang saling merindu, mereka tak saling memberi kabar. Tetapi secara diam-diam mereka saling mendoakan dalam setiap sujud”

 

4 Juni

Setiap 4 Juni biasanya saya teringat seseorang yang ulang tahun setiap tanggal 4 Juni. Bagaimana dengan hari ini? Saya masih teringat dan tetap punya keinginan untuk bertemu lagi. Hahaha… Agak lebay :mrgreen: Tapi kali ini saya nggak akan cerita soal dia yang sedang merayakan ulang tahunnya entah dengan siapa. Terus bakal cerita apa?

Pagi-pagi sudah dapat kiriman WhatApp dari mantan Soulmate saya Intan. Isinya begini:

Assalaamu’alaykum,

Ceu…Alhamdulillah aku dah lahiran, 4 Juni 2013 jam 00.06 di R.Bersalin Fatimah, Ujungberung

Perempuan,

Berat Badan 3kg

Tinggi Badan 50 cm

🙂

Welcome cantik.. Semoga jadi anak yang sholehah Sumber: Kiriman dari Ambu
Welcome cantik.. Semoga jadi anak yang sholehah
Sumber Gambar: Kiriman dari Ambu

Antara Kemiskinan dan Kecukupan

Kemaren saya dapat sebuah pesan dari sahabat saya dalam sebuah grup Whats App yang ingin saya bagikan juga ke teman-teman. Mari kita simak…

Isilah titik-titik di bawah ini (mohon dijawab dengan jujur di dalam hati kita masing-masing) :

1. Allah menciptakan TERTAWA dan …….
2. Allah itu MEMATIKAN dan ……
3. Allah menciptakan LAKI-LAKI dan …….
4. Allah memberikan KEKAYAAN dan …… Lanjutkan membaca “Antara Kemiskinan dan Kecukupan”

Jadwal kerja organ tubuh

Sumbernya: Klik disini

Menantilah dengan cara yang tepat

Saya dapet tulisan bagus nih dari tetangga sebelah (sumber: klik disini) . Ini tentang masalah penantian.

Bismillahirrahmanirrahim…

“Maukah anti menantikan ana, ukhti? Ana pasti akan segera melamar setelah selesai kuliah” ujar seorang ikhwan dibalik hijab internet. Tak ada jawaban, sepertinya akhwat di sebrang sana sedang menimbang-nimbang.

“Tapi kalau antum justru memilih orang lain giman? Nanti ana nunggu lama ternyata antum nggak kunjung datang.”Akhwat ini masih berpikir yang masuk akal, belum dibutakan. Lanjutkan membaca “Menantilah dengan cara yang tepat”

Pantaskan diri

Saat merasa tidak pantas, maka pantaskanlah diri.

Itulah kata-kata yang pernah saya bilang ke beberapa sahabat saya. Dan akhirnya saya kena juga sama kata-kata saya ini.

Berawal dari obrolan tentang beasiswa ke Luar Negeri. Saya membuka kembali lembaran mimpi-mimpi saya. Dan salah satunya adalah mendapatkan beasiswa ke Luar Negeri. Tapi beberapa hari ini rasa PEDE saya turun drastis. Karena kemampuan bahasa saya yang masih lemah.

Pagi ini, sahabat saya menanyakan beberapa kata untuk ditransletkan ke bahasa Inggris. Dan akhirnya obrolan kita merucut pada beasiswa ke luar negeri. Saat itu saya menceritakan ketidak PEDEan saya ini. Dan diapun mengeluarkan kata-kata itu.

harus optimis lah

makanya pantaskan diri dari skrg

😀

ga da yg isntan

Hm,,, Allah tuh ya baik banget. Saya dikelilingi oleh sahabat yang selalu mengingatkan kepada kebaikan.

Apapun dan bagaimanapun saya yang saat ini. Mungkin masih banyak sekali kekurangan. Tapi saya janji, saya akan berusaha memantaskan diri. Dan saat saya lupa dengan janji saya, saya yakin selalu ada sahabat-sahabat saya yang akan mengingatkan saya.

 

Mungkin semua berasal dari doa

Sebenernya pengen share cerita ini dari dulu, tapi baru ada kesempatan buat nulis ini. Cerita ini adalah cerita yang diceritain sama teteh mentor saya.

Di suatu tempat ada kakak beradik kembar, sebutlah nama mereka Mawar dan Melati. Sejak kecil mereka selalu bersama. Mawar yang selalu bercerita apapun pada Melati, sedangkan Melati menjadi pendengar yang setia. Sampai suatu saat Mawar menjadi orang yang sukses, mulai dari prestasi akademik, bisnis, dan kesuksesan lainnya. Sedangkan Melati hanya menjadi orang yang biasa yang tetap tinggal dirumah orangtuanya.

Suatu hari Mawar melihat Melati yang baru saja usai solat, dan melihat Melati sedang membaca suatu kertas sembari berdoa.

“Gimana kamu bisa sukses kalau berdoa saja memakai contekan seperti itu,” kata Mawar pada Melati. Melati hanya tersenyum manis saat itu.

Seminggu setelah kejadian itu, Melati dipanggil oleh Allah SWT. Mawar merasa sangat sedih, karena tidak berhasil mebantu Melati untuk mendapatkan hidup yang lebih layak.

Mawar duduk di tempat Melati biasanya melaksanakan shalat. Posisi sejadah dan mukena yang masih sama, seperti biasa. Mawar menangis tersedu-sedu, teringat masa kecilnya bersama Melati. Saat Mawar melipat sejadah, ia menemukan beberapa lembar kertas di bawahnya. Ia teringat, bahwa Melati selalu menggunakan ini untuk berdoa seusai Shalat. Saat Mawar membuka kertas itu, ternyata benar, bahwa itu adalah tulisan Melati yang berisikan list doa. Betapa kagetnya Mawar saat mengetahui bahwa isi dari list doa tersebut, 80%-nya adalah doa untuknya. Ada beberapa list doa yang ditandai, dan ternyata list doa yang sudah ditandai sudah terkabul. Mawar baru sadar, apa yang ia dapatkan sampai hari ini, mungkin sebagian besar karena doa Melati. Doa yang senantiasa diucapkan oleh Melati seusai solat.

Yah… Kira-kira begitulah ceritanya.. Dan saya jadi berpikir, mungkin semua berasal dari doa. Baik dari doa kita sendiri maupun doa orang lain. Saat kita meraih sukses, mungkin itu karena doa dari orang-orang yang kita cintai.