30DBC #8 5 Tujuan yang Ingin Dicapai Saat ini

Tujuan yang Ingin Dicapai Saat ini – Kenapa saat ini? Karena jika dilihat di list keinginan ada lebih dari 100 yang ingin dicapai. Jadi yang akan saya sampaikan disini adalah 5 Tujuan yang Ingin Dicapai Saat ini, target pencapaian di akhir tahun 2018 (karena 2017 sebentar lagi berakhir). Minggu-minggu ini saya melihat kembali daftar keinginan. Ternyata tidak banyak yang saya capai. Hiks sedih 😒πŸ˜₯😭😭. Dan baru-baru ini dapat gambar quotes dari Maya, adik kelas nan jauh di Korea sana, isi quotesnya seperti ini : Lanjutkan membaca “30DBC #8 5 Tujuan yang Ingin Dicapai Saat ini”

Sinar untuk Desa Mului

Pernah dengar yang namanya Desa Mului? Desa Mului berada di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Desa ini merupakan bagian dari kecamatan Muara Komam, kabupaten Paser ini memiliki keterbatasan akses jalan dan transportasi yang layak. Jika melakukan perjalanan dari Balikpapan bisaΒ  memakan waktu kurang lebih 9 jam melalui akses darat dan laut. Faktor-faktor ini akhirnya membuat desa ini sangat minim fasilitas, salah satunya akses listrik. Sehingga sangat membatasi kegiatan masyarakat di desa Mului. Lanjutkan membaca “Sinar untuk Desa Mului”

Cerita 100917: Belajar Bersyukur

Cerita 100917: Belajar Bersyukur – Kemarin saya mengikuti kajian muslimah Ustad Salim A Fillah di Islamic Centre Balikpapan. Subhanallah banyak sekali akhwat-akhwat berkumpul menjadi satu dengan tujuan mencari ilmu salah satunya adalah Belajar Bersyukur. Sejujurnya cukup lama saya tidak hadir di majelis ilmu karena bebrbagai aktivitas. Bener-bener PeeR besar banget deh kalau masalah manajemen waktu. Oke balik lagi ke bahasan kajian, Ustad Salim membahas tentang Syukur. Berikut beberapa point yang saya catat, selamat menikmati….

Syukur adalah ekspresi keimanan kita dikala mendapat nikmat.

Syukur di dalam Al Quran di ulang sebanyak 75 x. Begitu pula dengan kata bala/musibah, di dalam AlQuran juga diulang sebanyak 75x.

Syukur adalah separuh dari iman, dan separuhnya lagi adalah sabar.

Lanjutkan membaca “Cerita 100917: Belajar Bersyukur”

Cerita 070917 Main Badminton

Cerita 070917 Main Badminton – Ini adalah cerita saya kemaren lusa. Jadi ceritanya, saya sedang dekat dengan segerombolan anak (berjiwa) muda. Awal kedekatan kami adalah acara Kelas Inspirasi Balikpapan 5 yang kebetulan kami disatukan dalam satu kelompok. Dan alhamdulillah, walau acara KI BPN 5 sudah lewat, silahturahmi tetap terjaga bahkan ada beberapa kegiatan sosial lainnya yang kita ikuti.

Cerita 070917 Main Badminton
Cerita 070917 Main Badminton : Sehat kuy…

Lanjutkan membaca “Cerita 070917 Main Badminton”

Kutipan Hugh Ross di The Fingerprint of God

Dituliskan ahli astronomi Hugh Ross dalam bukunya The Fingerprint of God (diambil dari Buku Beyond the Inspiration karya Felix Y Siauw):

Jika gravitasi di permukaan bumi lebih kuat dari sekarang, maka atmosfer menahan terlalu banyak amonia dan methana. Jika lebih lemah, maka atmosfer planet akan terlalu banyak kehilangan air.

Jika jarak bumi dengan matahari lebih jauh, maka planet akan terlalu dingin bagi siklus air yang stabil. Jika lebih dekat, maka planet akan terlalu panas bagi siklus air yang stabil.

Jika kerak bumi lebih tebal, maka terlalu banyak oksigen berpindah dari atmosfer ke kerak bumi. Jika lebih tipis maka aktivitas tektonik dan vulkanik akan terlalu besar.

Jik pergantian siang dan malam lebih lama, maka perbedaan suhu pada siang dan malam hari terlalu besar. Jika lebih cepat, maka kecepatan angin pada atmosfer terlalu tinggi.

Jika interaksi gravitasi bumi dengan bulan lebih besar maka efek pasang-surut pada laut, atmosfer dan periode rotasi semakin merusak. Jika lebih kecil maka perubahan tidak langsung pada orbit menyebabkan ketidakstabilan iklim.

Jika medan magnet lebih kuat maka badai elektromagnetik terlalu merusak. Jika lebih lemah, maka kurang perlindungan dari radiasi yang membahayakan dari bintang.

Jika perbandingan antara cahaya yang dipantulkan dengan yang diterima pada permukaan lebih besar, maka zaman es tak terkendali akan terjadi. Jika lebih kecil, maka efek rumah kaca tak terkendali akan terjadi.

Jika perbandingan oksigen dengan nitrogen lebih besar maka fungsi hidup yang maju berjalan terlalu cepat. Jika lebih kecil maka fungsi hidup yang maju berjalan terlalu lambat.

Jika kadar ozon lebih besar, maka suhu permukaan bumi terlalu rendah. Jika lebih kecil maka suhu permukaan bumi terlalu tinggi; terlalu banyak radiasi ultraviolet.

Jika aktivitas gempa lebih sering, maka terlalu banyak makhluk hidup binasa. Jika jarang maka bahan makanan di dasar laut yang dihanyutkan aliran sungai tidak akan didaur ulang ke daratan melalui pengangkatan tektonik.

 

Menyapa Senja

Hai senja, hari ini aku menyapamu dari lantai 21 di sebuah gedung Balikpapan. Bersama teman-teman yang baru saja kukenal, dari sebuah acara yang menginsipirasi. Kau tetap indah seperti biasanya. Sampaikan salam rinduku pada seseorang disana. Seseorang yang selalu ada di dalam setiap doa. Kuharap, dia juga menyapamu dengan senyuman disana. πŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ˜„πŸ˜„

Kak Ucup… Terima kasih untuk hari ini… Jangan kapok sama tamu yang kayak kita-kita yak… πŸ˜„πŸ˜†πŸ˜…

Notulensi Refleksi Kelas Inspirasi Balikpapan 5

created by: Mba Ambar

Jika manusia perlu menanam pohon agar tetap memiliki hutan 10-20 tahun lagi,

maka kita juga perlu menanam bibit kebaikan agar memiliki generasi penuh semangat baik 10-20 tahun lagi.

Itulah yang kita lakukan hari ini, kembali ke sekolah, ikut memberi pupuk baik untuk tunas muda bangsa sendiri.

10 sekolah

1 sekolah luar biasa

24 fasilitator

45 dokumentator

100 inspirator

9 sahabat guru

2000 tunas muda Indonesia,

dalam 1 hari yang sama tidakkah energinya membuatmu bergetar?

Anggaplah hari ini kita sedang memberi kado untuk ibu pertiwi di ulang tahunnya ke tujuh puluh dua.

Berbagi pengalaman profesi dan berkampanye toleransi.

Semua temanku.

Semua temanku bukan hanya slogan belaka.

Semua temanku adalah sebuah doa sungguh-sungguh dalam dua kata sederhana.

Semua temanku adalah upaya nyata kita menjaga persatuan Indonesia dengan menanamkan toleransi sejak dini yang hasilnya akan kita semai nanti.

Apa yang disampaikan dari hati pasti akan sampai ke hati

Mari bergeser ke permasalahan di sekolah.

Kelas panas,

perpustakaan sedikit buku,

murid-murid yang suka berkelahi,

ruang kelas sempit,

problem upgrade guru,

permasalahan tumbuh kembang anak,

komunikasi guru dengan orangtua,

murid-murid berkebutuhan khusus,

pola mengajar oldschool,

lingkungan sekolah kurang ramah anak,

perbandingan guru & murid tidak seimbang,

dan fenomena bullying. Ternyata..

Berkorban cuti 1 hari itu baik, tapi belum cukup.

Mengenalkan profesi sejak dini itu baik, tapi belum cukup.

Berbagi inspirasi 1 hari itu baik, tapi belum cukup.

Tanyakan pada diri sendiri, teman..

Apa lagi yang bisa kita lakukan setelah ini?

Apa lagi yang bisa kita berikan untuk sekolah?

Sekolah mana lagi yang bisa kita datangi setelah ini?

Hanya masing-masing kita lah yang bisa menjawabnya

Pada akhirnya, harapan terbesar kami, semoga gerak baik ini tidak berhenti sampai di sini.

Temanku, pendidikan di Indonesia masih butuh kita teruslah menancapkan asa bahwa semua bisa.

Diambil dari foto-foto dokum KIBPN5

	

Kelas Inspirasi Balikpapan #3

Sebenernya banyak banget yang pengen diceritain, tapi berhubung event Kelas Inspirasi Balikpapan baru banget berlangsung hari ini, dan di otak sudah banyak banget yang pengen dikeluarin. Kalo ga buru-buru dikeluarin, bisi udah ga minat lagi nulis. Tulisan kali ini agak panjang, dan lumayan banyak fotonya. So, maaf-maaf aja kalo pas buka halaman ini jadi agak lemot. Lanjutkan membaca “Kelas Inspirasi Balikpapan #3”

Ayo Belajar Solat Tepat Waktu

10858463_1034718196545287_1743716674565942420_n10417737_1034718533211920_5379228141796325199_n10881502_1034718753211898_324466311706533470_n10171273_1034718933211880_7265924737228438863_n10885224_1034719173211856_7588814368799747483_n10565006_1034719256545181_8984038907613828671_n1510873_1034719313211842_9108819005922686140_n

Aishiteimasu By Hani Yamashita

Cover Buku Sumber Gambar : Klik disini
Cover Buku
Sumber Gambar : Klik disini

Terlepas dari kisah cinta beda budaya, di Novel ini akan membawa anda lebih mengenal Jepang, Bahkan jatuh cinta pada negara Jepang. Saya pribadi sering sekali mendengar budaya di Jepang yang serba canggih, disiplin tinggi, tapi tetap memegang budaya Negaranya. Banyak hal yang bisa kita tiru dari Jepang, kecuali budaya Harakiri lho ya.

Di Novel ini, bercerita tentang sepasang suami istri, Hani dan Akihiro. Setelah menikah, Hani ikut Akihiro tinggal di Jepang. Perbedaan budaya, sering sekali membuat mereka ribut, tapi romantis. Bahkan perbedaan arti kata saja bisa membuat mereka ribut. “Cincin” dan “Mangkok”, ternyata punya arti yang berbeda jika diterjemahkan dalam bahasa Jepang. Bahkan, kata “Hani”-pun dianggap tabu oleh orang Jepang, maka dari itu Akihiro tidak pernah memanggil nama istrinya di depan khalayak umum. Saking cintanya dengan negaranya, tidak semua bisa berbahasa Inggris. Jika ada yang bisa berbahasa Inggris, belum tentu kita mengerti apa yang diucapkan, karena logat Jepang yang tidak bisa lepas.

Jangan harap makan murah di Restoran. Semua serba mahal, tapi bukan berarti kita tidak bisa hemat. Tapi juga jangan sembarangan tawar harga di pasar. Konon katanya yang suka tawar-menawar hanyalah kakek-kakek dan nenek saja. Di supermarket, biasanya mengadakan potongan harga di jam-jam tertentu. Disanalah kita akan melihat ibu-ibu berebut barang murah. Sama persis yang sering kita lihat di film kartun Crayon Shinchan saat mamanya berbelanja di supermarket. Untuk bertambah hemat, biasanya orang-orang kantor membawa bekal dari rumah dan lebih sering makan makanan rumah daripada jajan makanan luar.

Di novel ini, banyak menceritakan tentang sisi lain dari Negara Jepang. Seperti menghadiri pernikahan disana, rahasia orang Jepang tahan dingin, dan masih banyak lagi. Kalo saya baca buku ini, rasa-rasanya ingin sekali tinggal di Jepang setahun atau 2 tahun. Entah itu Sekolah, kerja ataupun ikut suami. #Aamiin. Buku ini recommended banget buat kamu yang ingin mengenal Jepang. Di novel ini juga disuguhi beberapa kosakata yang sering dipakai.