Masa

Nanti, ada saatnya kita akan mengingat lagi masa-masa yang sudah dilewati. Seperti kaset yang diputar kembali. Terang dan jelas. Dari hal yang menyenangkan sampai yang menyedihkan. Saat kita mengingat itu kembali, bisa jadi kita menyesal. Atau menertawakan hal yang telah kita berbuat. Bahkan ada keinginan untuk mengulang hari-hari itu lagi.

Mau tidak mau kita harus menerima keadaan kita yang sekarang. Apapun yang terjadi. Kita seperti ini juga karena akumulasi dari berbagai hal yang kita lakukan di masa lalu. Menyesal? Bisa jadi. Tapi tenanglah, Allah masih baik memberi kita umur untuk memperbaiki kesalahan yang lalu. Katakan TIDAK untuk mengeluh. Gantilah keluhanmu dengan doa dan harapan. Itu lebih baik. Lebih baik lagi jika kita berusaha mewujudkan doa dan harapan itu. Pasrah itu setelah kita melakukan usaha. Bukan sebaliknya.

Masa yang sudah lalu tidak akan kembali lagi. Jadi untuk apa menghabisi banyak waktu untuk menangisinya? Bukan tidak boleh mengingat masa lalu. Tapi jadikanlah masa lalu itu sebagai pembelajaran di masa depan. Jangan juga sibuk mencari kesalahan orang lain. Itu kan kesalahan yang dibuat oleh orang lain, untuk apa repot dipikirkan? Masih banyak yang harus dipikirkan.

Petunjuk atau Kesesatan ??

Saya sekarang sedang baca buku dari Ust. Felix Siauw, yang judulnya Beyond the Inspiration. Belum tamat sih bacanya, tapi ada topik yang menarik. Sehingga ingin sekali memostingnya di Blog ini.

Mari kita simak petikan ayat berikut:

Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barang siapa yang disesatkan Allah, maka merekalah orang-orang yang merugi (QS. Al-A’raf [7]: 178)

Maka sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan menunjuki siapa yang dikehendakin-Nya (QS. Fathir [35] :8)

Lanjutkan membaca “Petunjuk atau Kesesatan ??”

Obrolan Random

x : emang kamu suka cowok kayak gimana?
y : yang cerdas?
x : Udah ada yang ditaksir?
y : Udah, banyak lagi yang ditaksir 😀
x : Ada yang naksir balik ga?
y : Kagak
x : Kenapa?
y : Karena aku bukan tipe mereka
x : emang tipe mereka yang kayak gimana?
y : yang cerdas juga kayak mereka
x : jadi kamu nggak cerdas dong?
y : belum cerdas dan akan cerdas
x : gimana caranya?
y : belajarlah…
x : kalo udah cerdas mereka nggak naksir juga gimana?
y : biarin, yang penting fokus buat perbaikan diri
x : *kasih jempol*
 

Obrolan yang tadi nggak sengaja di denger di jalan, dan dalam hati berkata dalam hati “Bener juga 😀 ”

 

 

Jangan

Jangan bilang sulit kalo belum coba
Jangan mengeluh sampai semua selesai
Jangan katakan jika itu keburukan
Jangan kecewa sampai menemukan hikmah
Jangan ditahan jika itu bernilai kebaikan
Jangan menyerah sampai hembusan nafas berhenti