Marry Your Daugther – Brian Mcknigt

Sudah lama rasanya tidak menuangkan yang ada di dalam hati dan pikiran disini. Maafkan, mungkin diri ini memang harus banyak-banyak belajar. Sebelum saya kasih video animasi dan lirik lagu yang diatas, saya mau cerita tentang mimpi saya minggu kemaren. Saya mimpi seseorang yang sangat amat saya rindukan, yaitu Papah saya. Sudah lama rasanya tidak bertemu dengannya dalam mimpi. Seingat saya, terakhir saya mimpi papah itu adalah saat saya SD. Dan pesan yang selalu saya ingat dari Papah saya adalah “Jangan pernah meninggalkan solat ya Nak.” Dan minggu kemaren ada pesan baru dari papah, “Jangan capek belajar, teruslah belajar”. Saya rasa itu inti dari pesan dari Papah di mimpi saya. Sedangkan alur cerita mimpi saya, biarkan saya dan keluarga saya saja yang tau ๐Ÿ™‚ .

Kembali lagi ke lagu Marry Your Daugther – Brian Mcknigt, yang baru saja saya liat dari tumblr seorang sahabat saya. Lagu yang cukup romantis untuk seorang laki-laki yang mau melamar. Tetiba saya berpikir, jika Papah masih hidup, mungkin dia akan sangat amat selektif sekali untuk mencarikan saya Suami. Secara saya anak perempuannya yang paling kecil. Berpikir hal itu membuat saya senyam-senyum sendiri. Karena Papah orang yang cukup galak dan tegas, pastilah laki-laki yang melamar bakal mikir beberapa kali :mrgreen: .

si Mawar

Saya cukup sering mendengar curhatan teman yang merasa di PHP-in (Pemberi Harapan Palsu). Ga cuma temen perempuan, ada juga teman laki-laki yang bernasib sama. Dan saya suka bertanya-tanya “Ini orang beneran di-PHP-in ato cuma kegeeran ya?” Saya ingat dulu ada seseorang teman yang hanya saya kenal lewat dunia maya datang ke Bandung (kebetulan dia dari luar kota) hanya untuk curhat kepada saya. Kebetulan laki-laki yang disukainya itu adalah orang yang cukup dekat dan saya kenal. Biar lebih enak saya sebut teman perempuan saya ini dengan Mawar dan si laki-laki dengan si Kumbang.

Si Mawar mengirimi saya message untuk menanyakan no HP saya. Tentu saya nggak sembarangan ngasih no HP saya ke orang lain. Saya tanya dulu keperluannya kepada saya. Si Mawar cerita kalau dia teman si Kumbang dan ingin sekali bertemu dengan saya. Tambahlah saya kaget. Dalam hati saya bertanya-tanya “Ini ada apaan ya?”. Karena penasaran sayapun memberi no HP saya dan keesokan harinya kita berdua bertemu.

Dan saat bertemu terjadilah percakapan yang cukup aneh buat saya. Lanjutkan membaca “si Mawar”

Rasa sahabat atau cinta?

Apa rasa garam? Pasti asin. Kalo gula? Pasti manis. Nah, kalo rasa perasaan anda saat ini gimana? Tentu dalam mengekspresikan rasa soal perasaan berbeda dengan lidah. Lidah bilang bahagia, tapi kenyataannya perasaan yang tersiksa. Ataupun sebaliknya. Bahkan ada banyak yang tidak mengerti perasaannya sendiri. Salah paham dengan perasaan sendiri.

Saya pernah dengar dari seorang teteh “Perempuan dan laki-laki itu tidak bisa dikatakan sahabat, karena minimal pasti ada salah satu menyimpan rasa cinta.” Ada yang sepakat? Mungkin sudah fitrahnya yang beda gender pasti mempunyai ketertarikan satu dan yang lain. Saya ingin cerita tentang kisah lama, sekitar 4-5 tahun yang lalu. Sebenarnya masa itu sudah lewat, tapi saya tetap ingin cerita dan semoga yang membacanya bisa mengambil hikmah dari cerita saya.

Saat masa SMA saya mempunyai beberapa sahabat dekat dan salah satunya adalah seorang laki-laki. Saya bisa cerita apapun sama dia. Setiap ada masalah pasti saya cerita sama dia. Suatu saat saya merasakan ada yang aneh antara saya dan dia. Setiap dia dekat dengan perempuan, ada rasa takut kalo dia lebih akrab dengan yang lain. Ingin sekali marah tapi ya apa daya akhirnya hanya dipendam. Siapa saya? Pikir saya waktu itu. Dan ternyata bukan saya saja yang merasakan itu. Dia juga merasakan seperti itu.

Ada beberapa teman yang mulai menyadari perasaan kami berdua yang akhirnya menjadi Mak Comblang. Pada akhirnya dia memberanikan diri untuk menyatakan perasaannya pada saya, dan akhirnya kita-pun berpacaran. Dia lebih intens memperhatikan saya, kadang dia mengantar jemput kalo saya mau berpergian (itu pacar ato tukang ojeg? :mrgreen: ). Dan ternyata setelah kami jadianpun tetap ada perasaan aneh yang saya rasakan. Apalagi saat dia SMS seperti “Selamat tidur Sayang. I Love You”. Ada perasaan yang mengatakan “Kayaknya ada yang salah deh.” Saking merasa anehnya, tak jarang saya tidak membalas SMS. Semenjak jadian bahkan saya hampir tidak pernah curhat sama dia. Karena terasa aneh aja kalo saya curhat ke dia.

Kebetulan saat jadian sama dia, kita berdua baru aja lulus SMA. Saya meneruskan kuliah sedangkan dia bekerja. Mungkin bisa dibilang LDR (Long Disten Relationship) karena kita berdua sangat jarang bertemu.ย  Bahkan bisa dibilang saya sudah lupa kalo punya pacar (kejam niann :mrgreen: ). Sampai salah satu teman menanyakan soal hubungan kita karena tidak pernah terlihat berdua. Saya cuma bisa senyum dan berkata, “Masih kok, cuma lagi sama-sama sibuk aja.”

Dari sana saya mikir, mau dibawa kemana hubungan kita? (kayak lagu aje ๐Ÿ˜€ ). Di satu sisi saya pengen putus, tapi di satu sisi lainnya saya takut kalo putus maka hubungan persahatan kita juga putus. Akhirnya saya beranikan diri buat ketemuan. Yang tak lain adalah ingin putus. Tapi ternyata rencana tidak semudah prakteknya, saya cuma bisa diam dan ga berani bilang putus duluan.

Akhirnya dia yang pertama bicara. Mungkin emang dasarnya kita sahabatan dan 1 pemikiran, ternyata dia juga ingin putus. Biasanya kalo orang putus pasti beruraian air mata atau marah. Tapi kita berdua tidak seperti itu. Malahan kita menertawakan kenapa kita bisa jadian. Trus gimana setelah putus? Saya merasa kembali seperti dulu, saya bisa curhat apapun sama dia. Walaupun tidak sesering dulu. Tapi yang pasti saya mendapatkan sahabat saya lagi. Sampai sekarangpun hubungan kami masih sama yaitu sahabat. Tidak lagi ada perasaan ingin marah kalo dia dekat sama perempuan atau bahkan jadian dengan yang lain.

Jadi intinya apa? Menurut saya intinya adalah belajarlah untuk mengenal perasaanmu sendiri. Apakah perasaanmu itu suka, sayang atau cinta. Kamu melihat sahabat yang beda gender itu sebagai pasangan atau sahabat. Jadi apakah persahabatan beda gender itu masih memungkinkan? Menurut saya, masih. Eh, tapi saya tidak menganjurkan kamu punya sahabat yang beda gender ya. Lebih baik punya sahabat yang sama gender-nya. Kalo mau curhat ya sama Allah aja. Atau di blog kayak saya :mrgreen: tapi harus tetap dipilih-pilih ya curcolnya kalo di blog atau sosial media lainnya.

Dolphin Tale

Kalau ditanya binatang yang saya sukai, maka Lumba-lumba adalah salah satu binatang yang saya sukai. Ingin sekali berenang di lautan lepas bersama lumba-lumba. Dulu, waktu saya masih kecil senang sekali kalau ada yang mengajak menonton pertunjukkan lumba-lumba. Dan sepertinya kalau ada yang mengajak saya sekarang pun pasti saya mau. Apalagi kalau gratis :mrgreen: Oke oke saya akan stop curcol :mrgreen: kali ini saya akan membuat review tentang sebuah film yang diangkat dari kisah nyata, judulnya “Dolphin Tale”.

Sawyer anak laki-laki 11 tahun menolong seekor lumba-lumba (Winter) yang terdampar dan terluka. Saat Sawyer menolong, lumba-lumba tersebut bersiul kepada Sawyer (kalau kata saya mah ucapan terima kasih kali yeee ๐Ÿ˜€ ). Karena penasaran, Sawyer pun mengikuti tim Clearwater Marine Aquarium (yang menolong lumba-lumba). Ia diam-diam mengunjungi Clearwater Marine Aquarium untuk membantu merawat Winter. Untuk merawat Winter Sawyer rela tidak masuk sekolah 1 minggu.

Dr Clay berusaha menyembuhkan ekor Winter , namun ternyata ekornya tak kunjung sembuh dan terjadi infeksi pada jaringan di sekitar ekornya . Jaringan yang mati tersebut membuat ekor Winter mau tak mau harus diamputasi. Ajaibnya dengan kekurangan Winter, dia masih berusaha untuk berenang dengan menggerakkan ekornya ke kanan dan ke kiri. Tetapi ternyata gerakkannya itu tidak baik bagi seekor lumba-lumba yang normalnya menggerakkan ekornya ke atas dan ke bawah. Gerakkan Winter yang tidak biasa itu bisa membuatnya lumpuh total.

Untuk menyembuhkan Winter ternyata memerlukan banyak dana. Ditambah Clearwater baru saja terkena badai. Semakin banyak dana yang dibutuhkan. Dr Clay-pun menyerah, tapi berbeda dengan Sawyer yang semangat menolong Winter. Ia menuangkan segala ide-idenya untuk menggalang dana di www.seewinter.com . Dari sanalah terkumpul dana untuk menolong Winter.

Menurut saya film ini penuh inspirasi. Disini saya bisa belajar, saat kita punya kekurangan, kita tidak boleh menyerah. Bahasa kerennya Jangan mau kalah sama keadaan. Tidak jarang orang dewasa menyerah karena melihat hambatan yang ada di depan mata. Tapi lihatlah Sawyer, bocah berusia 11 tahun itu hanya fokus dengan keinginannya.

 

NB: Tetiba saya punya kata-kata lumayan bagus

Saat kita punya impian atau keinginan,

jangan biarkan hambatan-hambatan itu menjadi fokusmu

fokuslah pada impianmu

Sutradara Charles Martin Smith
Produser Richard Ingber
Broderick Johnson
Andrew A. Kosove
Penulis Karen Janszen
Noam Dromi
Pemeran Harry Connick, Jr.
Nathan Gamble
Ashley Judd
Morgan Freeman
(Lihat dibawah)
Musik Mark Isham
Sinematografi Karl Walter Lindenlaub
Penyunting Harvey Rosenstock
Studio Alcon Entertainment
Arc Productions
Distribusi Warner Bros.
Tanggal rilis
Durasi 113 menit[1]

Diam-diam

Pada hari itu sahabat-sahabat karib:
setengahnya akan menjadi musuh kepada setengahnya yang lain,
kecuali orang-orang yang persahabatannya berdasarkan taqwa (Iman dan amal Soleh)
QS Az-Zukhruf: 67

Cukup Taqwa menjadi alasan kita bersahabat. Bukan karena selera makan yang sama, hobi yang sama, ataupun berkegiatan di tempat yang sama. Tapi taqwa, Iman dan Amal Soleh. Cukupkah?

Ada seorang gadis, dia melihat ke sosial media sahabat karibnya yang saat ini sedang jauh. Terlihat foto-foto bersama sekumpulan teman-teman yang sama sekali tak dikenalnya. Sahabatnya tersenyum bahagia, seolah sudah melupakan gadis ini. Cemburu, mungkin itu yang bisa ditangkap dari gadis ini. Merindukan di masa-masa mereka bisa berdua, hanya berdua. Walau hanya sekedar menghabiskan eskrim bersama di tempat biasanya. Walau tanpa kata, tanpa bicara. Tak ada kata bukan berarti bisu, tak ada kabar bukan berarti lupa, dan tak menengok bukan berarti tak peduli.

Sahabat itu akhirnya tersenyum mengingat masa-masa indah bersama gadis itu. Sahabatย  teringat saat gadis itu berceletuk “Hal yang paling membahagiakan di dunia ini adalah saat kita tahu bahwa orang yang kita cintai diam-diam mencintai kita”. Dan dulu mereka sepakat bahwa kata-kata itu benar. Tapi sekarang, sahabat itu mempunyai celetukan yang berbeda,

“Hal yang paling manis ialah ketika ada sahabat yang saling merindu, mereka tak saling memberi kabar. Tetapi secara diam-diam mereka saling mendoakan dalam setiap sujud”

 

Ramadhan 1434 Hari ke 1

Ramadhan Mubarak…

Yup yup yup bulan yang selalu membuat hati merindu. Bahkan mungkin seekor semut akan berkumpul banyak karena bulan yang sangat manis ini. Dan mungkin seorang pujangga kebingungan mencari kata yang indah untuk bulan ini karena saking indahnya (*sok puitis ceritanya :mrgreen: ).

Back to My Curcol, ๐Ÿ˜Ž

Hari pertama Ramadhan kali ini saya habiskan di kota kelahiran saya, Balikpapan. Yang biasanya selama bertahun-tahun saya habiskan di kota Bandung. Ada yang berbeda tentunya, seperti ada kekosongan di hati. Ditambah di malam pertama tarawih harus rela melepaskan kakak saya yang ke-3, karena beliau harus bekerja di luar kota. But, no problemo setidaknya selama sebulan kemaren saya bisa berkumpul dengan full team dari kakak saya.

Di pagi hari, seperti biasa saya harus berangkat ke kantor. Pagi kemaren matahari sangat malu-malu untuk menampakkan diri. Dan di perjalanan motor yang saya kendarai kempes bannya ๐Ÿ˜ฅ padahal ingin sekali datang tepat waktu ke kantor.

Di siang hari, masih sama seperti pagi. Matahari masih malu-malu untuk menampakkan diri, sehingga suasana kantor sangat dingin karena ditambah dinginnya AC.

Dan di saat pulang ke rumah, saya melihat ada asap yang keluar dari teras yang ternyata asap dari pemanggangan. Yup Yup di hari pertama puasa kali ini mama mempersiapkan menu ikan bakar (ada yang mau? :mrgreen: ). Dan seperti biasa saya ditugaskan sebagai spesialis sambel dan membantu makanan sampingan. Nah, biasanya kalo saya masak pasti di icip-icip khawatir takut ada yang kurang. Dan saya pun melakukannya kemaren :mrgreen: . Saya baru ingat berpuasa saat makanan itu sudah mau saya telan, akhirnya saya keluarkan kembali dan kumur-kumur. (kenapa nggak ingatnya pas di telan :mrgreen: )