Menuju Mewujudkanmu

Sore itu aku berjalan sendiri di sebuah jembatan di daerah Tenggarong. Sambil memandang orang lalu lalang, melihat keadaan sungai yang cukup kotor, tapi tidak bisa menutupi keindahan senja sore itu. Lalu pikiranku melayang padamu. Iya, kamu. Apalagi jika bukan mewujudkanmu yang kupikir akan mudah. Nyatanya, mewujudkanmu tidak semudah yang kupikirkan. Menuju mewujudkanmu ternyata penuh liku, penuh kehati-hatian, penuh doa, harap, dan pasrah. Aku berdoa semoga jalan yang kuambil saat ini memang benar menuju mewujudkanmu.

Aku duduk diantara orang-orang yang akrab denganku

Aku duduk diantara orang-orang yang akrab denganku. Yang biasanya bersenda gurau denganku. Suatu waktu aku merasa asing dengan mereka. Mereka yang sekarang berbeda dari biasanya. Seperti ada dinding pemisah diantara kami. Aku bagaikan masuk kedalam perkumpulan yang baru kukenal. Aku bagai anak baru yang harus hati-hati berbicara dan terkesan aneh. 

Ah, mungkin aku sendiri saja yang aneh, lihatlah mereka masih bersenda gurau seperti biasanya.

Cerita 250118: Rindu Menulis Dengan Hati

Rindu Menulis Dengan HatiРDi awal tahun ini, banyak teman yang menantang untuk menulis 30 hari bercerita di IG. Tapi sayangnya saya tidak menerima tantangannya. Tapi hal ini membuat saya teringat pada masa-masa saya suka pake banget dengan yang namanya ngeblog, baik  iseng mengunjungi blog orang sampe ngepoin blog orang, atau sekedar kopdar ketemu sama blogger-blogger lain. Dan paling saya rindukan adalah menulis tanpa mikir tulisan itu bagus atau nggak, dibaca orang atau nggak. Tujuannya cuma satu, yang penting isi pikiran bisa tersalurkan biar nggak numpuk di otak.

Sekarang-sekarang apalagi semenjak pindah hosting berbayar, banyak sekali kekhawatiran yang semestinya nggak harus saya pikirkan. Well, semua berasal dari niat, niat menulis saya berubah dari yang cuma ingin sekedar mengeluarkan pikiran menjadi ingin tulisan dibaca orang banyak. Yang suka membuat saya ragu untuk menulis ini dan itu. Ketahuilah sebenarnya banyak sudah tulisan yang ada di draft, tapi belum saya posting-posting. Entah kenapa ada perasaan kok kayaknya kurang ‘sreg’ gitu. Dan saya sekarang menyadarinya, bahwa tulisan-tulisan yang ada di draft, saya tulis dengan ego saya. Bukan ditulis dengan hati. Yapsss, saya rindu menulis dengan hati.

Menulis dengan hati itu membuat hati juga bahagia. Mungkin agak lebay sih ya.  Tapi seriusan, menulis dengan hati itu dulu berhasil membuat saya menjalani masalah-masalah saya dengan lebih bijak, mengingatkan kembali apa yang ingin dituju dan bahkan membuat saya menulis secara konsisten. Ya, setidaknya punya karya-lah. Walaupun hanya berupa blog yang agak usang.

Adakah yang merasakan seperti saya? Rindu menulis dengan hati. Semoga kita bisa menciptakan karya-karya yang membuat hati bahagia, dan bermanfaat untuk orang lain.

30DBC #10 Perjalanan Terbaik dalam Hidup

Perjalanan Terbaik dalam Hidup – Sulit sebenarnya menentukan perjalanan terbaik dalam hidup. Karena semua perjalanan yang saya alami, mempunyai tempat spesial tersendiri di hati maupun di memori saya. Karena ini hari kesepuluh dari 30 Hari Tantangan Blogging, biarkan saya memilih beberapa perjalanan terbaik dalam hidup yang saya rasakan sampai saat ini.

Lanjutkan membaca “30DBC #10 Perjalanan Terbaik dalam Hidup”

Notulensi Refleksi Kelas Inspirasi Balikpapan 5

created by: Mba Ambar

Jika manusia perlu menanam pohon agar tetap memiliki hutan 10-20 tahun lagi,

maka kita juga perlu menanam bibit kebaikan agar memiliki generasi penuh semangat baik 10-20 tahun lagi.

Itulah yang kita lakukan hari ini, kembali ke sekolah, ikut memberi pupuk baik untuk tunas muda bangsa sendiri.

10 sekolah

1 sekolah luar biasa

24 fasilitator

45 dokumentator

100 inspirator

9 sahabat guru

2000 tunas muda Indonesia,

dalam 1 hari yang sama tidakkah energinya membuatmu bergetar?

Anggaplah hari ini kita sedang memberi kado untuk ibu pertiwi di ulang tahunnya ke tujuh puluh dua.

Berbagi pengalaman profesi dan berkampanye toleransi.

Semua temanku.

Semua temanku bukan hanya slogan belaka.

Semua temanku adalah sebuah doa sungguh-sungguh dalam dua kata sederhana.

Semua temanku adalah upaya nyata kita menjaga persatuan Indonesia dengan menanamkan toleransi sejak dini yang hasilnya akan kita semai nanti.

Apa yang disampaikan dari hati pasti akan sampai ke hati

Mari bergeser ke permasalahan di sekolah.

Kelas panas,

perpustakaan sedikit buku,

murid-murid yang suka berkelahi,

ruang kelas sempit,

problem upgrade guru,

permasalahan tumbuh kembang anak,

komunikasi guru dengan orangtua,

murid-murid berkebutuhan khusus,

pola mengajar oldschool,

lingkungan sekolah kurang ramah anak,

perbandingan guru & murid tidak seimbang,

dan fenomena bullying. Ternyata..

Berkorban cuti 1 hari itu baik, tapi belum cukup.

Mengenalkan profesi sejak dini itu baik, tapi belum cukup.

Berbagi inspirasi 1 hari itu baik, tapi belum cukup.

Tanyakan pada diri sendiri, teman..

Apa lagi yang bisa kita lakukan setelah ini?

Apa lagi yang bisa kita berikan untuk sekolah?

Sekolah mana lagi yang bisa kita datangi setelah ini?

Hanya masing-masing kita lah yang bisa menjawabnya

Pada akhirnya, harapan terbesar kami, semoga gerak baik ini tidak berhenti sampai di sini.

Temanku, pendidikan di Indonesia masih butuh kita teruslah menancapkan asa bahwa semua bisa.

Diambil dari foto-foto dokum KIBPN5

	

Matahariku

Thats my sunny

Yeah, thats my mom

PSIKOLOGI: Komentar Anda Di Facebook Menunjukkan Karakter/Kepribadian Anda (via Hariyanto Imadha: Psikologi Populer)

Betul…betul…betul…
yang manakah dirimu???

 PSIKOLOGI: Komentar Anda Di Facebook Menunjukkan Karakter/Kepribadian Anda BAGI Anda yang faham psikologi tentu faham bahwa komentar-komentar di facebook sebenarnya merupakan manifestasi dari karakter Anda. Sebab, sebuah komentar ditulis melalui proses emosional dan rasional. Emosional sesuai dengan kondisi kejiwaan saat itu. Rasional sesuai proses berlogika saat itu. Gabungan dari emosional dan rasional merupakan bentuk daripada karakter Anda. Proses emosional merupakan bidang bahasan psikologi. Sedangkan proses rasion … Read More

via Hariyanto Imadha: Psikologi Populer

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!