Resep Gyoza

Beberapa bulan ini ada hobi yang baru saya tekuni. Yaitu memasak. Jreng… Jreng… Hampir setiap hari saya makan masakan sendiri, selain lebih sehat dan hemat, memasak bisa membuat saya bangun lebih awal. Hehehe… To The Point aja yo resepnya.
Bahan:
-10 lmbr kulit Gyoza (biasanya ada di supermarket terdekat ato bisa diganti dengan kulit pangsit)
-2 sdm/secukupnya minyak goreng untuk menggoreng
-1 sdm terigu dilarutkan dengan air di mangkok kecil untuk merekatkan kulit gyoza
Bahan isian:
-75 gr Sayur-sayuran sesuai sekera diiris seperti korek api (biasanya kol, rebung dan wortel kalo saya sih kemaren Sawi daging, Kol, sawi putih, wortel)
-1 batang daun bawang, diiris tipis
-50 gr ayam giling
-50 gr udang, kupas kulitnya terus cincang kasar
-1sdm maizena
-2sdt kecap asin
-1 sdt minyak wijen kalo ga ada bisa pake minyak goreng
-1/2 jari jahe diparut
-1 butir telor dikocok lepas

Cara membuat:
1. Campur semua isian sampai merata
2. Ambil 1 lembar kulit gyoza, isi dengan isian kira-kira 1 sdm, pokonya jangan banyak-banyak nanti kulitnya bisa ancur.
3. Oleskan pinggiran kulit gyoza dengan larutan tepung, rekatkan, lalu cubit-cubit bagian tepinya, lalu sisihkan.
4. Panaskan minyak goreng di pan anti lengket, inget ya apinya yang kecil aja.
5. Masukan gyoza, masak hingga kulit menjadi kecoklatan.

Gampang kannnnn? Gyoza ini cocok untuk orang yang ga suka sama sayur, karena sayurnya udah nyatu di isiannya. Buat yang diet juga cocok, karena banyak sayuran. Nah, untuk yang vegetarian, ga usah pake ayam giling ma udangnya.
Untuk menggorengnya jangan banyak-banyak ya minyaknya. Kalo di jepang, jarang menggoreng dengan banyak minyak. Lebih hemat dan sehat lhooo.
Oia, kalo kulitnya diganti dengan kulit pangsit, biasanya agak kaku dan gampang rapuh pas mengisi isiannya, jadi ati-ati ya….
Kalo udah jadi, bisa dicocol sama saus sambal, atau mayones pedas…

Selamat mencoba…..

image
Maap itu mayonesnya ga bermaksud buat promosi 😜😝😜

Love Someone

“If You Love Someone just tell.”
Itulah kata-kata yang kau ucapkan saat kita sedang membicarakan Cinta. Aku hanya membalasnya dengan senyum saat itu. Aku langsung menundukkan pandanganku sambil tetap tersenyum saat kekasihmu menyuapkan sepotong kue coklat kesukaanmu lalu merangkul tanganmu.
Bagiku cinta tidak sesederhana itu. Memang harus dikatakan, tapi harus diwaktu yang tepat. Aku tidak akan akan semudah itu mengumbar cintaku.
Kamu, orang yang selama ini di hatiku. Entah bagaimana jalannya aku bisa mencintaimu dalam waktu yang lama. Kau tampaknya sangatlah setia dengan kekasihmu yang sekarang. Dan aku tetap setia mencintaimu. Entah sampai kapan perasaan itu akan tetap ada. Bagiku mencintai bukan sekedar mengatakan. Ada tanggung jawab ketaqwaan dan keimanan yang harus kupegang teguh. Saat ini, mencintaimu dalam doa, rasanya lebih indah daripada harus menjadi kekasih semumu.

Kau Memang Spesial, Tidak Denganku.

Don’t Stalker Let’s Talk 🙂

Itulah tulisan yang kamu pampang di sana. Kukumpulkan segala keberanianku untuk maju. Baru aku mau mengangkat kakiku, bukan maju tapi malah berbalik dan mengurungkan diri. Kamu spesial, selalu spesial. Tidak denganku yang hanya berani melihatmu secara diam-diam. Mengirimmu beberapa pesan yang tak kutuliskan pengirimnya.

Orang yang mencinta selalu bertindak, walau sekedar menunggu. Itulah yang kulakukan dalam waktu yang cukup lama. Jika memang suatu hari nanti kau memilih yang lain, tak apa. Kamu memang spesial, tidak denganku. Dan jika suatu hari nanti akhirnya aku memilih orang lain, bukan karena kamu tidak spesial lagi. Hanya takdir yang memang tidak memihak kita. Kamu tetaplah spesial, tidak denganku.

Aku baru saja membaca buku Hujan Matahari karya Kurniawan Gunadi. Sepertinya pengguna tumblr sudah tidak asing dengan namanya.

Hujan tidak pernah tahu dimana dia akan jatuh.

Maka beruntunglah hujan yang jatuh di tempat yang tepat .

Di tempat yang sedang membutuhkan hujan.

Aku adalah tempat itu dan kamu adalah hujan”

Itulah penggalan kata dari bukunya. Seperti aku dan kamu. Aku teringat saat hati ini terasa sepi, tak ada 1 orangpun yang menarik perhatianku. Sampai suatu saat kakak perempuanku menyebut namamu, nama yang tak pernah kukenal, orang yang belum pernah kutemui. Nama yang unik, dan mudah sekali menemukanmu di dunia maya. Kamu tahu? Saat kamu menerima pertemananku di salah satu media sosial, betapa bahagianya diriku saat itu. Hanya berbekal nama lengkap dan cerita dari kakak perempuanku, membuatmu begitu spesial sejak saat itu. Aku tidak mengerti bagaimana hal yang sesepele itu membuatmu spesial untukku.
Aku melihat foto-fotomu, berharap belum ada seseorang yang spesial untukmu. Jika dirimu sudah punyapun tidak masalah bagiku, karena bagiku kamu tetaplah spesial. Dari foto-foto dan tulisan-tulisan yang kamu buat di dunia maya, akhirnya ada beberapa hal yang kuketahui. Kamu lulusan UI jurusan Himpunan Internasional, yang membuatmu lumayan sering berjalan-jalan ke Luar Negeri. Kamu juga mengajar bahasa German di suatu lembaga, pantas saja kulihat ada fotomu bersama beberapa bule dan kamu sangat mendukung negara German saat piala dunia kemaren.
Idul Fitri kemaren, kamu berfoto dengan ibumu. Ibumu sangat cantik dan modis, rasa-rasanya aku bisa belajar fashion dari ibumu. Saat orang lain sibuk kerumah sanak saudara, kamu malah sibuk ke tempat permainan ice skating. Sejak saat itu aku tahu, kamu suka sekali bermain ice skating. Bisakah kau mengajarkanku? Pertanyaan yang mungkin hanya bisa kutuliskan disini.

Hari itu dan kini

Hari itu, dimana aku menunggumu disini
Tidak peduli kau datang atau tidak
Sendiri, hanya sendiri
Entah sampai kapan
Kini aku tak bisa berjanji menunggumu
Tidak peduli kita bersama atau tidak
Kudoakan kau selalu bahagia

image

Berasa Baru Kemarin

image

Apa yang bisa membuat hal lama seolah terjadi baru kemarin?
Meskipun sederhana tetapi itulah kenangan
-pidibaiq-

Rasanya baru kemaren pagi, saat aku duduk di pelataran sekolah dan melihatmu membawa tandu.
Rasanya baru kemaren sore, saat aku diam-diam melihatmu memberi hormat kepada bendera merah putih dalam penurunan bendera.
Rasanya baru kemaren siang, saat aku tak sengaja melihatmu di antara rak-rak buku di perpustakaan.
Sederhana, tapi itulah kenangan.

BBM for Android

Beberapa hari kemaren lagi marak-maraknya tuh yang namanya BBM for Android. Dengan rasa penasaran, akhirnya saya cobalah mendonlotnya. Saya berhasil mendonlotnya, tapi saat mengkonfirmasi email mentok, ndak ada perubahan. Saya pikir ga bisa, tapi kata teman-teman saya tunggu aja barang sehari ato 2 hari. Dan ternyata memang benar, keesokan harinya saya mendapat email untuk BBM di Android. Selamat datang dunia per-BB-an.. 😀

Yang mau invite, silahkan :) Nggak juga nggak papa :p
Yang mau invite, silahkan 🙂
Nggak juga nggak papa :p

 

Mau Latihan Gambar Lagi

Tahun kemaren, pas beres-beres pindahan ke Balikpapan, saya menemukan beberapa barang yang hampir saja saya lupa kalo saya pernah memilikinya. Salah satunya adalah piagam penghargaan menggambar dan mewarnai saat saya TK dan kelas 1 SD. Dan saya tidak menyangka dulu ternyata saya juara 1 sekota Balikpapan dan Juara Harapan 1 se-Kalimantan Timur. Ingat ini kurang lebih 15-18 tahun yang lalu. Entah bakat itu saya dapat darimana. Tapi karena mungkin tidak dilatih lagi, saya yang sekarang berusia 23 tahun inipun sudah tidak mahir lagi untuk menggambar. Tangan terasa kaku untuk menggambar. Kemaren, iseng-iseng coba gambar-gambar lagi. Tetap masih kaku tapi mulai menikmati kembali untuk menggambar.

Nah, ini hasil karya saya. Dari dulu suka sama gambar tokoh manga.
Nah, ini hasil karya saya.
Dari dulu suka sama gambar tokoh manga.

Lanjutkan membaca “Mau Latihan Gambar Lagi”

Gwiyomi

Beberapa hari ini sering banget denger lagu Gwiyomi. Orang-orang biasanya meragain sambil pasang muka sok imut. Nah, kemaren iseng-iseng cari video Gwiyomi, eh nemu gwiyomi versi Kim Hyun Joong. Itu lho yang main Boys Before Flower ma Playfull kiss. Sebenernya saya nggak terlalu ngefans sama dia, tapi ngeliat dia yang biasanya gayanya cool trus tetiba liat video ini, jadi pengen ketawa-ketawa sendiri. Hm.. Andai ada video Yoon Shi Yoon nyanyi Gwiyomi kayaknya lebih imut 😀

Lanjutkan membaca “Gwiyomi”

Nyeletuk Asal

Baru dapet celetukan SMS dari temen, agak nyeleneh, tapi kalo dipikir-pikir bener juga.

Yang selalu ngabarin, bakal kalah sama yang selalu nemenin

yang sering dikangenin, bakal kalah sama yang sering nemuin

yang sering ngucapin “semoga cepat sembuh”, bakal kalah sama yang ngurusin dia sampai sembuh

yang pertama, akan tergantikan oleh Dia yang selalu ada