Beban

Di luar sana, saat seseorang di amanahi sebuah beban banyak yang berbondong-bondong mencari sandaran. Dan merasa terpuruk saat sandaran itu hilang ataupun tidak ditemukan. Saat sandaran itu ada, terlalu nyaman bersandar tanpa sadar harus berjalan.

Hingga lupa selalu ada lantai untuk bersujud. Lupa akan keajaiban sujud, yang kita bisikkan ke tempat terendah tapi didengar oleh langit.

Percayalah, semua akan terlewati dengan sejalannya waktu. Disana Yang Maha Perencana sedang menyiapkan kejutan-kejutan indah.

“Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya…”

QS. Al-Baqarah:286

QS. Al-Baqarah:286

Ayo Belajar Solat Tepat Waktu

10858463_1034718196545287_1743716674565942420_n10417737_1034718533211920_5379228141796325199_n10881502_1034718753211898_324466311706533470_n10171273_1034718933211880_7265924737228438863_n10885224_1034719173211856_7588814368799747483_n10565006_1034719256545181_8984038907613828671_n1510873_1034719313211842_9108819005922686140_n

image

After asking Allah to guide you to the straight path,
Dont just stand there.
Strart Walking.

Mumpung Masih muda

Sebuah tulisan dr pak Hanafi Rais (putra pertama Amin Rais) taken from www.jamilazzaini.com

Mumpung Masih Muda

Saya teringat beberapa waktu yang lalu, sudah agak lama, dengan sebuah pesan yang menurut saya sangat dalam maksudnya.

Pesan itu mengatakan, “mumpung kalian masih diberi usia muda oleh Tuhan, gunakanlah kemudaanmu itu untuk membiasakan diri dengan ibadah-ibadah yang berat”.

Kenapa malah yang berat? Bukankah masa muda itu masa yang seharusnya enjoy, seneng-seneng, kok malah yang berat-berat?

Jawaban pesan tadi, “karena suatu saat kamu menua dan jadi lansia, maka ibadah yang tadinya terlihat berat akan jadi terasa enteng kamu jalankan”.

Rasanya benar juga. Nikmat Tuhan yang dianugerahkan kepada kita ini mustahil terhitung oleh kemampuan memori dan akal kita.

Di saat kita sehat, ada yang sedang sakit. Di saat kita gampang menghirup udara bebas dengan gratis, ada yang harus membayar oksigen untuk bernapas karena sakitnya.

Di saat kita diberi kenyang, ada yang sedang kelaparan. Di saat kita berkecukupan, ada yang kekurangan. Dan seterusnya.

Cara kita mensyukuri rezeki dan nikmat yang unlimited dari Tuhan itu ya hanya dengan beribadah yang serius.

Kita bahagia karenaa bersyukur dan bersyukur kita itu caranya dengan beribadah yang sungguh-sungguh.

Lanjutkan membaca “Mumpung Masih muda”

Selamat Jalan Kang Deden (Edcoustic)

Entah kenapa kemaren pagi saat merapihkan kerjaan kantor, ingin sekali mendengar lagu-lagu Edcoustic. Dan teringat saat pertama kali dengar lagu Edcoustic saat SMA. Muhasabah Cinta, itulah lagu Edcoustic yang saya dengar. Saya masih nampak seperti Remaja lainnya, yang masih terbilang “Nakal”. Dan saat mendengar lagu ini, menikmati aliran musik, dan mencoba memahami isi dari lagu itu. Dan dari sanalah hati saya terketuk untuk ber-Hijrah. Hijrah menjadi seseorang yang lebih baik lagi, seseorang yang ingin sekali dekat dengan Sang Pencipta.

Saat saya masuk KARISMA ITB, betapa senangnya mengetahui bahwa personil Edcoustic adalah seorang alumni dari KARISMA ITB. Diskusi ringan menjelang buka saat Ramadhan dan melihat langsung penampilan Edcoustic. Mendengar seorang adik yang sangat senang bisa berduet bernyanyi dengan beliau. Walau tidak pernah mengobrol secara langsung, tapi Kang Deden selalu memberi inspirasi.

Tengah malam saya terbangun, dan mendapat berita duka dari Bandung.

Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Kabar duka, telah berpulang sahabat kita Deden Supriadi. Alumni Karisma GF Wafa (99). Warga baitnet juga, baik milis maupun grup facebook.

Almarhum meninggal sekitar pukul 19.30 (30/12) karena sakit. Sempat dibawa ke RS Al Islam, tetapi sudah tidak dapat tertolong lagi.

Mohon doa dan dimaafkan segala kesalahan beliau.

Rumah duka ada di Jln Kupang No 2 Antapani dan akan dimakamkan kira pukul 09.00 di pemakaman buah dua Rancaekek. Jenazah akan berangkat dari Antapani pukul 08.00 (31/12).

Wassalam
Irfan

Itulah postingan dari seorang Alumni malam tadi. Tanpa sadar mata mulai berkaca dan pipi sudah basah. Terpikirkan olehku, “Kang Deden pergi meninggalkan KARYA, nanti bila tiba saatnya kamu mau meninggalkan apa Yuli?”. Walaupun raga kang Deden sudah tak ada lagi, tapi karyanya akan dikenang sepanjang masa.

Selamat Jalan kang Deden, Allah terlalu sayang padamu.

 

Mushola dimana?

Percakapan antara salah satu orang yang mau interview(X) dan 2 orang wanita front line yang salah satunya memakai kerudung(Y dan Z).

X : Mba, maaf apa giliran interview saya masih lama?

Y : Sebentar ya saya tanya dulu.

beberapa saat kemudian.

Y : Sepertinya masih lama mba.

X : Oh, ya udah kalo gitu saya mau numpang solat dulu deh mba. Udah jam 1 siang.

Y : Oh ya silahkan.

X : Musholanya dimana mba?

Y dan Z saling pandang dan kelihatan kebingungan.

X : Ga ada mushola ya mba disini? Tempat yang biasanya dipake solat dimana mba?

Y dan Z masih kebingungan.

Z : Bentar ya mba ditanyain dulu. (senyum ga enak)

Sedih dan miris, tapi tetap berusaha husnudzon, siapa tau aja 2 mbanya juga baru hari itu masuk kerja.

 

Empat Kepribadian

Jika berbicara mengenai karakter, akan sangat dekat sekali dengan kecocokan atau ketidakcocokan seseorang dengan orang lainnya… memaksakan orang lain memahami karakter kita tanpa timbal balik untuk memahami orang lain sama saja dengan menebar garam di lautan, yang berarti, sia-sia.

Sungguh sangat indah jika kita dapat saling memahami dan melengkapi, karena Allah menciptakan perbedaan sebagai suatu keniscayaan dan menguji kita untuk runtuh karenanya atau kokoh dengan memanfaatkannya.

Harmonisasi hubungan dalam komunitas sosial adalah sesuatu yang sangat diharapkan. Seperti halnya musik, harmoni tidak akan tercipta jika pemain terus menggunakan satu nada saja, artinya, sinkronisasi dari nada-nada yang ada menciptakan melodi yang harmoni, dengan memperhatikan kolaborasi nada yang digabungkan. Dengan sedikit sentuhan dan pemahaman, perbedaan tidak hanya akan seindah pelangi yang dapat dilihat, tetapi juga seindah melodi yang mampu didengar.
Kali ini, untuk memudahkan, akan dirangkum empat karakter yang dirumuskan oleh FLORENCE LITTAUER dalam bukunya Personality Plus dan dikemas dengan gaya penyampaian saya, agar kita semua dapat saling mengisi kekosongan, dan memahami perbedaan.

Lanjutkan membaca “Empat Kepribadian”

Tentang Tilawah dari Ust Hartanto Saryono

Ust Hartanto Saryono
#Tilawah

1. Berapa juz Anda #tilawah Al-Quran perhari? Jawabannya beragam. Ada yg sempat tilawah. Ada yg 1 juz. Bahkan mungkin ada yg lbh dr 1 juz.

2. Bagi org yg terbiasa #tilawah, 1 juz terasa ringan. Namun bagi yg baru belajar, mungkin memberatkan.

3. Mereka yg lancar membaca Al-Quran & telah memiliki target #tilawah harian, dahulunya jg sempat terbata-bata.

4. Dg seringnya kita #tilawah membuat lidah kita ringan mengucapkan ayat & lancar dlm membaca

5. Namun, jangan tanya dulu dpt pelajaran apa yg bisa diamalkan dr #tilawah mereka. Tanya pd diri kita, sejauh mana kualitas bacaan kita.

6. Ya, kualitas. Bukan kuantitas. Kuantitas mah nanti banyak sendiri dg seringnya #tilawah.

7. Ttg kualitas #tilawah, apakah #tilawah kita bisa dimengerti org yg paham bahasa Arab? Ataukah sekedar bunyi bak mantra?

8. Padahal tujuan #tilawah sesungguhnya adalah utk mengambil pelajaran & mengamalkannya. Bukan sekedar menuntaskan lembaran2 Al-Quran.

9. Bila tujuan #tilawah hanya sekedar menyelesaikan brp halaman target tilawah harian, wajar jika kepribadian kita tdk mencerminkan Al-Quran.

10. Pertanyaan sisi kedua, apakah bacaan kita sdh direkomendasikan seperti bacaan RasuluLlah ShallaLlaahu Alaihi wa Sallam?

11. Kalau pun tdk sama persis, sudahkah bacaan Al-Quran kita mirip dg bacaan RasuluLlah ShallaLlaahu Alaihi wa Sallam?

12. Adakah guru kita telah ridha dg bacaan kita shg mengizinkan kita #tilawah sendirian tanpa disimak? Ataukah kita hanya sekedar berbunyi?

13. Umumnya kita #tilawah yg penting kelar. Realita yg menyedihkan. 🙁 Tak pernah berpikir ttg apakah makna yg kita ucapkan benar apa tdk.

14. Selaiknya kita memeriksakan kualitas bacaan kita kpd seseorang guru Al-Quran yg profesional di bidangnya sblm banyak2an #tilawah.

15. Lancar membaca bukanlah standar baiknya kualitas #tilawah. Yg harus diperhatikan pertama adalah kebenaran & ketepatan bacaan.

16. Bayangkan, bgmn rasanya kita membaca Al-Quran di hadapan Allah kelak di hari akhirat. Apa yg bisa kita katakan kpd-Nya ttg #tilawah kita?

17. Saudaraku – masih ada waktu utk membenahi kualitas #tilawah kita. Banyak lembaga Al-Quran & Asatidz yg profesional di bidangnya.

18. Mari, kita benahi bacaan Al-Quran agar kita & org yg menyimak turut menikmati #tilawah kita. Bukan malah mjd “sakit” krn menyimaknya.

19. Siapapun kita,org awam atau pun org “khusus” hendaklah menjaga kualitas #tilawah dg “menyetorkan” bacaan Al-Quran kpd seorang guru.

20. Sekiranya tdk mampu menyetorkan hafalan, batas minimum kita belajar membaca Al-Quran adalah membaca 30 juz di depan seorang guru.

21. Ya, minimal kita pernah membaca 30 juz Al-Quran di dpn seorang guru & dikoreksi per-hurufnya. Sudahkah kita mencapai batas mininum ini?

22. Semoga ALlah mudahkan kita utk #tilawah Al-Quran dg shahih & fasih..aamiin

Petunjuk atau Kesesatan ??

Saya sekarang sedang baca buku dari Ust. Felix Siauw, yang judulnya Beyond the Inspiration. Belum tamat sih bacanya, tapi ada topik yang menarik. Sehingga ingin sekali memostingnya di Blog ini.

Mari kita simak petikan ayat berikut:

Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barang siapa yang disesatkan Allah, maka merekalah orang-orang yang merugi (QS. Al-A’raf [7]: 178)

Maka sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan menunjuki siapa yang dikehendakin-Nya (QS. Fathir [35] :8)

Lanjutkan membaca “Petunjuk atau Kesesatan ??”

Dapet SMS Tausyiah

Hari ini dapet SMS Tausyiah, isinya gini:

Nabi Muhammad SAW bersabda :

1. Empat hal yg membuat Badan Sakit :
– kebanyakan Bicara
– kebanyakan Tidur
– kebanyakan Makan
– kebanyakan Bertemu Orang Lanjutkan membaca “Dapet SMS Tausyiah”