Menuju Mewujudkanmu

Sore itu aku berjalan sendiri di sebuah jembatan di daerah Tenggarong. Sambil memandang orang lalu lalang, melihat keadaan sungai yang cukup kotor, tapi tidak bisa menutupi keindahan senja sore itu. Lalu pikiranku melayang padamu. Iya, kamu. Apalagi jika bukan mewujudkanmu yang kupikir akan mudah. Nyatanya, mewujudkanmu tidak semudah yang kupikirkan. Menuju mewujudkanmu ternyata penuh liku, penuh kehati-hatian, penuh doa, harap, dan pasrah. Aku berdoa semoga jalan yang kuambil saat ini memang benar menuju mewujudkanmu.