Review Film Wage Mengenang WR Supratman

Review Film Wage Mengenang WR Supratman – Hari Minggu (26/11/2017), saya dan teman saya Rifa, memilih nonton bareng Film Wage bersama teman-teman dari Komunitas Pecinta Film Islami (KOPFI) Balikpapan. Lagi-lagi Film baik tidak ditayangkan secara reguler di Balikpapan. Jangan tanya kenapa kepada saya, karena sayapun tidak tahu alasannya. Padahal, Film ini didukung oleh Dinas Pendidikan.

Jadi Film Wage ini dibuat untuk memperingati hari Sumpah Pemuda (27-28 Oktober 1928) sekaligus mengenang pahlawan kita WR Supratman. Jujur, saya payah sekali jika urusan sejarah. Walaupun sebenarnya baru-baru saja saya belajar sejarah untuk kepentingan tes CPNS 😬😬  dan sayangnya saya tidak lulus 😩😩😰😰.

Review Film Wage

  • Jenis Film : Drama, Biography
  • Durasi : 119 menit
  • Negara Asal : Indonesia
  • Sutradara : John De Rantau
  • Penulis Naskah : Freddy Asyanto, Gunawan BS
  • Produser : M.Subchi Azal Tsani, Ivan Nugroho, Andy Shafik, John De Rantau
  • Produksi : Opshid Media Untuk Indonesia Raya
  • Pemain : Rendra Bagus Pamungkas, Teuku Rifnu Wikana, Prisia Nasution, Putri Ayudya, Wouter Zwerrs, Eky Lamoh
  • Rilis : TBA November 2017

SINOPSIS

Berlatar kisah Wage Rudolf Supratman (dan aku baru tau singkatan WR itu apa), yang menceritakan perjuangannya membela bangsa dengan Karyanya. Diawal film penonton dibawa kepada Wage kecil yang memang sudah sejak lama menyukai musik. Hingga membawa hobinya menjadi pemainyang cukup terkenal di Makasar bersama teman-temannya dengan nama Black and White.

Wage kecil sering diolok-olok oleh teman-temannya di sekolah karena garis keturunan asli pribumi tapi bernama Rudolf. Nama Rudolf sendiri diberikan oleh kakak Ipar Wage yang kebetulan orang Belanda. Walau sering diolok-olok, Wage tidak menyerah pada pendidikannya. Bahkan ia paham dengan beberapa bahasa yang membuat para pengusaha tertarik untuk merekrutnya.

Singkat cerita ia memutuskan untuk meninggalkan Makasar, berjuang untuk Indonesia di Pulau Jawa. Ia tinggalkan grup Band dan harta yang bergelimangan hanya demi berjuang bersama pejuang lainnya. Yang lebih menariknya, ketika di Jawa buku-buku tentang Islam yang ia cari untuk dipelajari.

Di Film ini menceritakan bagaimana seorang Wage berjuang menciptakan Lagu Indonesia Raya. Ternyata tidak mudah untuk menciptakannya. Digambarkan pada film, Wage sempat stress berat dalam proses pembuatan lagu. Stress itu mereda ketika Wage memilih lebih berserah diri kepada Allah SWT. Bukan hanya stress, berbagai inspirasi mulai berdatangan di kepala Wage dan dapat menyelesaikan Lagu Indonesia Raya. Setelah lagu Indonesia Raya tercipta, ada lagi ujian yang harus dilalui oleh Wage. Lagu tersebut dilarang dinyanyikan Rakyat Indonesia oleh pihak Belanda – Review Film Wage

akting pemain

Menurut saya pemeran utama pada Film ini, Rendra Bagus Pamungkas sangat berhasil memerankan seorang WR Supratman.Β  Watak dari Wage benar-benar lekat. Saya punya intuisi jika Mas Rendra ini berasal dari pemain teater.Β  Hal hasil dari kekepoan saya ternyata intuisi saya benar. Beliau dari seorang pemain teater dan ganteng πŸ€“πŸ€“πŸ™ˆπŸ™ˆ.

alur cerita cukup membuat berpikir keras

Memang, cerita yang disampaikan dalam film ini cukup lengkap. Tapi alurnya cukuk membuat saya bingung-bingung. Mungkin karena memang saya-nya agak lemot kali ya kalo soal sejarah. Tapi akhirnya setelah berpikir keras saya mengerti alurnya 😝😝😝.

rating?

4 dari 5. Sekali lagi, ini penilaian pribadi lho ya. Ada sedikit bahkan ini hal sepele sih, jadi saya melihat ada beberapa buku yang dibaca oleh Wage itu adalah keluaran tahun 90-an. Tapi sih itu tidak merusak jalan cerita sih.

rekomen untuk ditonton?

Sangat direkomendasikan untuk semua Umur. Secara ini sejarah, bagi yang suka ngantuk kalo baca buku sejarah, salah satu caranya adalah menonton.

kalo pengen nonton gimana?

Silahkan simak postingan Instagram berikut:

🌾

A post shared by rendra (@narendrarendra) on

spesial untuk yang di balikpapan

πŸŽ₯🎞🎞🎞🎞🎞🎞🎞🎞🎞πŸŽ₯ *KOPFI BPN – SEKOLAHALAM BPN PRESENT* *NOBAR AMAL FOR YOGYA & PACITAN* _Perhatikan biolamu itu Wage, penggeseknya lurus sperti huruf Alif. Apakh kamu sdh lupa hakikatnya Alif?-Sosro Kartono-_ WAGE adalah sbuah kisah perjuangan pergerakan kemerdekaan sang maestro pencipta lagu Indonesia Raya. Film yg memiliki keunggulan cerita yg bgs, sbuah biopic jujur & sederhana. Dlm film ini jg dpt dtmukan makna kandungan Al Qur'an & makna spiritual lainnya. Sayang film baik tsb tdk bertahan lama di bioskop. Olh krn itu KOPFI Balikpapan berinisiatif mengadakan nobar film tsb yg bekerjasama dgn berbagai pihak. Alhamdulillah stlh sukses bbrp kali menylenggrkan *Nobar Wage*, kini *KOPFI Balikpapan bekerjasama dgn Sekolah Alam Balikpapan*. Tiket nobar kali ini jg diadakan utk penggalangan dana yg akn disalurkan pada korban Bencana Yogya dan Pacitan. Adapun keg nobar insyaallah akn dislggrkan pada : πŸ—“ Sabtu, 9 Des 17 ⏰ 13.00 wita πŸ“Ή CGV Cinemas Plaza Balikpapan πŸ’΅ Reguler *75 k* Gold *100 k* (special seat) 😍 mw ikutan nonton sambil beramal? 😘 boleh banget πŸ‘‰ *Caranya :* 1. Transfer ke *BSM No.Rek 0227107492 an. C.A. Atikah Hurun'In* 2. Konfirmasi pembayaran : *nama_jenis tiket_jmlh krm ke 0856 520 94 264* Yuk rasakan bahagianya menonton sambil beramal bersama☺. *note* Dianggap sbg psrta nobar jk sdh konfrmsi pembayaran. @salambpn @kopfibalikpapan πŸŽ₯🎞🎞🎞🎞🎞🎞🎞🎞🎞πŸŽ₯ #filmwage #filmbaik #yukkitadukungfipositive #filmindonesia #cintaindonesia #lagukebangsaan #welovebalikpapan #eventbalikpapan #prayforjogya #nobaramal

A post shared by KOPFI Balikpapan (@kopfibalikpapan) on

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *