Review Film Duka Sedalam Cinta Karya Helvy Tiana Rosa

Review Film Duka Sedalam Cinta Karya Helvy Tiana Rosa – Sebelum saya review filmnya, izinkan saya curcol sedikit alias banyak kisah saya akhirnya mau nonton film ini. Sejujurnya awalnya tidak tertarik nonton Film Duka Sedalam Cinta Karya Helvy Tiana Rosa ini. Kenapa?

Pertama, karena tiketnya MAHAL

Jadi, Film Duka Sedalam Cinta ini tidak tayang secara reguler di Kota Balikpapan. Awal November ini saya ditawari untuk ikut nonton bareng dengan harga tiket Rp 50.000 – Rp 150.000. Jelassss, jiwa emak-emak saya keluar, “Ga mau ah, mahal”.

Yang kedua, Belum pernah baca buku Mba Helvy Tiana Rosa

Film ini diadopsi dari buku karya Mba Helvy Tiana Rosa dan jujur, saya belum pernah membaca buku karya Mba Helvy Tiana Rosa.  Saya tahu cerita perjalanan hijrah seorang Mba Helvy Tiana Rosa dari seorang teteh saat kuliah. Tapi saya tidak membaca karyanya. Bukan karena bukunya tidak bagus, tapi saya memang pada dasarnya yang malas baca dan tidak punya bukunya | Ada yang mau beliin atau kasih bukunya? 😆😅.

Ketiga, aktris yang saya kenal dalam film ini hanyalah Wulan Guritno

Fyi, saya ini hobinya tidur di bioskop jika Filmnya tidak menarik menurut saya. Secara aktrisnya yang saya tau si Mba Wulan aja, kemungkinan besar saya dipastikan akan tidur karena tidak tertarik.

Lalu, kenapa akhirnya saya nonton?

Salah satu sahabat saya berkata,

“Ini salah satu upaya untuk mendukung perfilman islam agar bisa tayang secara reguler di Bioskop.”

PLAKKKK!! Berasa nampar banget kata-katanya. Hati kecil saya akhirnya terketuk untuk menonton. Toh ini pasti film ngajak kebaikan, nonton film kelas BOX OFFICE aja yang cuma sekedar menghibur saya mau mengeluarkan uang lebih, kenapa untuk kebaikan saya tidak mau mengeluarkan uang lebih.

Review Film Duka Sedalam Cinta Karya Helvy Tiana Rosa

Review Film Duka Sedalam Cinta Karya Helvy Tiana Rosa
Review Film Duka Sedalam Cinta Karya Helvy Tiana Rosa

Produser: Helvy Tiana Rosa
Sutradara: Firmansyah
Musik: Dwiki Dharmawan
DOP: Monodzky
Skenario: Fredy Aryanto

Pemain: Hammas Syahid, Aquino Umar, Izzah Ajrina, Masaji Wijayanto, Wulan Guritno, Salim A. Fillah, Asma Nadia, Ali Syakieb, Epy Kusnandar, Abdur Arsyad, Cholidi Asadil Alam, Chikita Fawzi, Mathias Muchus, dll.Info lebih lanjut: www.dukasedalamcinta.com

SINOPSIS

Gagah (Hamas Syahid) pemuda tampan, cerdas dan idola para gadis, mengalami kecelakaan di suatu daerah di Maluku Utara. Ia ditolong oleh Kyai Ghufron (Salim A. Fillah) dan tinggal di pesantren milik kyai tersebut. Selama berada di sana Gagah belajar banyak tentang Islam.

Sekembalinya dari Maluku Utara, perubahan Gagah membuat Mama (Wulan Guritno) heran, sedang adiknya yang tomboy, Gita (Aquino Umar), salah paham. Gita marah dan tidak bisa menerima perubahan Gagah. Suatu ketika Gita bertemu Yudi (Masaji Wijayanto), pemuda tampan misterius yang membuatnya simpati. Gita juga berkenalan dengan Nadia (Izzah Ajrina) yang baru kembali dari Amerika, dan Ibu Nadia (Asma Nadia).

Gagah berusaha untuk terus berbaikan dengan Gita. Gagah yang menjadi relawan Rumah Cinta untuk pendidikan anak dhuafa di pinggiran Jakarta, bersama 3 preman insyaf (Epi Kusnandar, Abdur, M. Bagya) menyiapkan sebuah rencana yang bisa mengubah segalanya. Namun sesuatu terjadi, membuat Gagah, Gita, Yudi dan Nadia bertemu dalam jalinan takdir yang membawa mereka pada duka sedalam cinta, dan sebuah pertemuan tak terduga di Halmahera Selatan.

kesan pertama nonton : terbingung-bingung

Duka Sedalam Cinta merupakan sekuel dari film Ketika Mas Gagah Pergi, dan saya belum pernah nonton maupun baca tentang Ketika Mas Gagah Pergi membuat saya harus mengganggu teman sebelah saya karena banyak yang tidak saya mengerti. Tapi menurut informasi dari teman saya, banyak adegan di film yang persis sama di Ketika Mas Gagah Pergi. Alur cerita terlalu loncat sana loncat sini, membuat otak harus kerja keras agar mengerti jalan cerita. Alurnya mirip dengan FTV-FTV, bedanya di Film ini momen klimaks dapet banget.

Lokasi film

Lokasi film membuat saya jadi ingin sekali ke Halmahera bahkan berkhayal ada kantong Doraemon yang bisa membawa saya ketempat shooting. Kabarnya Film ini shooting di salah satu pulau yang paling cantik namun tak berpenghuni. Mendatangkan 100 figuran dengan kapal laut yang menempuh 5 jam perjalanan dari Labuha, Halmahera Selatan, para bintang dan kru harus siap tidur di tenda dan menggunakan kamar mandi darurat. WOOWWW Salute 👏👏👌👌👍.

akting para pemain

Im Sorry I Must say, rata-rata pemain masih kaku aktingnya kecuali pemain senior seperti Wulan Guritno. Dimaklumi sih, karena pemain utama rata-rata masih pemain baru. Dan yang paling saya suka dari Film ini adalah pemain-pemain yang bukan muhrim NO TOUCHING . Yeahhh, itu prinsip yang bikin saya salut sama tim produksi maupun pemainnya.

berhasil membuat berurai air mata

Yup, walaupun alurnya loncat-loncat dan akting para pemain utama terlihat kaku. At least, di klimaks cerita bisa membuat saya berurai air mata. Saya merasakan apa yang dirasakan si pemain.

rating?

3 dari 5. Ini penilaian saya pribadi lho ya. Menimbang alur cerita, plot cerita dan akting para pemain.

Rekomen untuk ditonton?

Yess, apalagi jika kalian yang ingin sekali berhijrah film ini sangat saya rekomendasikan. Jangan lupa baca bukunya atau nonton dulu film Ketika Mas Gagah Pergi, biar tidak terbingung-bingung seperti saya. Habis nonton dan dibaca, jangan lupa dipraktekkan hikmah-hikmah didalamnya.

Terakhir kata…

Yuk, kita dukung Perfilman Islami 😊😊☺☺

4 thoughts on “Review Film Duka Sedalam Cinta Karya Helvy Tiana Rosa”

  1. Kemarin aku juga ditawari ini ama teman2, plus ama mba Asma Nadia sendiri pas ketemu di Tenggarong. Cuma ya gitu, karena aku emak2 jadi ya mikir harganya, apalagi ada anak kecil bisa worth it gak sih kalau dibawa atau ditinggal. So, finally gak jadi.

    Nah, novel ketika mas gagah pergi ini memang novel tenar mulai aku kuliah yul, jadi cukup lama tenarnya. Cuma kok ya gak dilirik tuk dibuatin film, apa karena itu akhirnya mereka kerja keras sendirian. Terus, ini menurutku sih covernya terlalu menonjolkan pemain yg notabene blm banget terkenal, mungkin kalau ditempatkan di lokasi yg bagus bisa menjual.

    Cuma karena aku belum nonton, jadi harusnya ada sisi bagus yg bisa kulempar, nanti lah ya.

    1. punya bukunya mba? mau dong baca…
      hahaha…
      ” covernya terlalu menonjolkan pemain yg notabene blm banget terkenal” nahh iya banget yang ini.
      Makanya awalnya aku males nonton mba…
      Harapannya sih perfilman baik yang seperti ini dibuat makin bagus, biar peminatnya banyak juga…
      Sayang kalo isinya bagus tapi yang minat nggak banyak….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *