30DBC #10 Perjalanan Terbaik dalam Hidup

Perjalanan Terbaik dalam Hidup – Sulit sebenarnya menentukan perjalanan terbaik dalam hidup. Karena semua perjalanan yang saya alami, mempunyai tempat spesial tersendiri di hati maupun di memori saya. Karena ini hari kesepuluh dari 30 Hari Tantangan Blogging, biarkan saya memilih beberapa perjalanan terbaik dalam hidup yang saya rasakan sampai saat ini.

Perjalanan Terbaik dalam Hidup

perjalanan ke kepulauan balabalagan

Finding Nemo…

A post shared by yulijannaini (@yulijannaini) on

Sekitar tahun 2014 awal, saya melakukan trip bersama Kak Nila. Ini adalah perjalanan pertama saya bersama Kak Nila yang akhirnya membuat kami ketagihan untuk jalan-jalan bareng lagi. Inipun sekaligus pengalaman pertama melalui perjalanan laut. Dari Balikpapan, membutuhkan waktu kurang lebih 10 Jam untuk sampai ke pulau tak bersinyal ini.

Kebetulan saya sudah 2x pergi ke kepulauan Balabalagan ini. Walaupun di perjalanan selalu mabuk dan lama sekali, saya tidak kapok untuk pergi ke tempat ini. Karena tempatnya indah banget dan pas banget buat yang ingin kabur dari rutinitas hidup.

Karena tidak ada signal, orang-orang akan disibukkan dengan bercengkrama dan memandang pemandangan indah. Lautnya biru sekali, dan pemandangan di bawah laut lebih indah lagi. Saking indahnya, saat pertama kali kesini, saya tidak sadar berenang hingga tengah laut dan terpisah jauh dari rombongan. Untung tidak ditinggal 😅😅😅. Selain Lautnya biru, Langitnya juga biru sekali, bersih. Dan di Malam harinya kamu bisa melihat bintang yang banyak.

perjalanan ke sagaranten

Perjalanan Terbaik dalam Hidup
Perjalanan Terbaik dalam Hidup : Perjalanan ke Sagaranten (Yeayyy aku masih kurusss )

Perjalanan ke Sagaranten pernah saya ceritakan di awal-awal bermain Blog. Perjalanan ini juga sekaligus pengalaman pertama saya melakukan perjalanan yang cukup jauh bersama teman-teman di Karisma ITB. Yang setelahnya akhirnya melakukan banyak perjalanan. Ah, jadi rindu masa-masa di Karisma ITB.

perjalanan ke biduk-biduk

Kalau perjalanan ke Balabalagan ditempuh dalam waktu 10 jam memakai klotok dari Balikpapan.  Perjalanan ke Biduk-biduk menghabiskan waktu 18 jam perjalanan darat. Ketika itu saya duduk di bagian belakang mobil. Jangan bayangkan jalan yang rata nan mulus. Saya bahkan berasa bola pingpong yang loncat entah berapa kali dalam perjalanan.

Tapi sama seperti ke Balabalagan, semua kelelahan digantikan dengan keindahan. Dan saya ingin sekali pergi ke Biduk-biduk lagi, karena tempo hari kesana sedang hujan dan belum puas keliling Biduk-biduk. Ada yang mau ngajakin?

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *