Angkutan Konvensional VS Online

Ada yang berbeda pagi ini (Rabu, 11/10/2017) di Kota Balikpapan. Sejumlah massa dari gabungan angkutan umum sekota Balikpapan berkumpul di area Kantor DPRD Balikpapan untuk berunjuk rasa tolak angkutan Online. Satpol PP terlihat sibuk memberi tumpangan gratis kepada para penumpang. Dan dijalanan tidak terlihat atribut angkutan online. Entah memang mereka tidak “turun” atau tidak menampakkan atributnya.

22430177_294263717723728_7463204742856966144_n
info_balikpapan.

Saya adalah salah satu orang yang akan bersedih jika memang nanti angkutan online ini akan ditutup. Secara kalo saya sedang malas membawa motor, angkutan online-lah yang menjadi andalan saya. Secara harga lebih murah, cepat, nyaman dan aman. Belum lagi kita bisa langsung menilai para mitra angkutan online.

 

Kejadian ini sudah terjadi di beberapa kota besar di Indonesia. Bahkan pada tanggal 6 Oktober 2017 di Jawa Barat telah sepakat untuk memberhentikan operasi angkutan online sampai nanti diterbitkannya peraturan baru yang sah mengenai transportasi online.

Jika unjuk rasa hari ini terjadi karena para supir merasa rezekinya berkurang sejak adanya angkutan online, maka saya 100% tidak setuju. Inget, rezeki itu sudah ada yang ngatur, tinggal kita yang harus sangat tekun dan kreatif untuk menjemputnya.

Tapi jika unjuk rasa hari ini terjadi karena soal perizinan, saya tidak keberatan. Ga adil dong, saat para angkutan umum ini harus melalui perizinan panjang, dan angkutan online tidak. Sama seperti membangun sebuah rumah, tapi belum ada IMB-nya. Yah, walaupun masih banyak yang melanggar atau kurang paham dengan ini.

Untuk para abang-abang angkutan Umum,

jangan main hakim sendiri ya…

Pemerintah pasti mendengarkan suara kalian, dan memikirkan matang-matang tentang hal ini.

Buat para pelayanan transportasi online, yuk rampungkan urusan perijin-ijinan, karena saya berharap kalian tidak tutup….

Semangat semuanya….

2 thoughts on “Angkutan Konvensional VS Online”

  1. ojek online masih bisa kan? Karena dari dulu ojek nggak pernah ada aturannya.
    Iya ya Yul, yang namanya rezeki tetap ada, perubahan pasti ada.
    Toh karyawan yg rasanya permanen pun banyak juga tersingkirkan dan akhirnya mengubah pola mencari rezeki.
    Lagipula saya tetap pengguna angkot balikpapan kok.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *