Cerita, Idul Adha 1438 H

Selamat idul Adha…

Mohon maaf lahir dan batin…

Bagaimana Idul Adha-mu? Aku shalat ied di Lapangan Merdeka Balikpapan. Shalat Idul Adha-ku pagi ini disambut oleh rintiknya hujan. Walau seperti itu, banyak orang tetap menjalani Shalat sampai selesai. Kebanyakan orang yang membawa anak mengungsi ke masjid Istiqamah. Ada juga yang melaksanakan shalat dengan membawa berbagai dagangan seperti balon gas, kacang, telur puyuh, kapas gula dll. Dengan berbagai keadaan, semua jamaah tetap menyambut Idul Adha dengan bahagia. Kebahagiaan itu jelas terpancar di senyum mereka masing-masing.

Walau isi ceramah dan doa tidak begitu jelas terdengar, karena keterbatasan Sound system. Saya dan keluarga saya tetap memilih bertahan ditengah gerimis, demi melaksanakan rukun-rukun yang disunnahkan. 

Dapet foto dari Mba Rara, kondisi yang Shalat ied di BIC

By the way, ini pengalaman pertama saya melaksanakan Shalat Ied dalam keadaan hujan. 

Allahumma Shoyyiban Naafi’aan

– Ya Allah, turunkan kepada kami hujan yang bermanfaat

Rasanya balik lagi Ke jaman Kecil yang cuek main hujan-hujanan. Kali ini ga pake dilarang sama mamah πŸ˜†πŸ˜†. 

Ternyata disisi lain Balikpapan ada hujan yang lebih deras seperti di foto. Saya nggak foto? Ya enggaklah, masih trauma dengan kejadian hp terjun (tanpa) payung. Cukup save di memori otak dan menceritakannya disini.

Ini ceritaku, mana ceritamu?

7 thoughts on “Cerita, Idul Adha 1438 H”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *