Sekedar Asa

Kumpulan asa itu bercampur menjadi satu.

Bercampur dalam kalimat demi kalimat,

kalimat yang diucapkan dalam doa

dan tertuliskan dalam selembar kertas

Dimana kita tidak bisa melawan suratan takdir yang sudah terlukis.

Perih yang terlihat,

walau sebenarnya itu yang terbaik

Berharap sang Pengabul Doa bersedia memeluk rapih setiap asa

dan memberikannya suatu hari nanti

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *